Kota Malang, blok-a.com – Ratusan murid SDN Purwantoro 2 Kota Malang dengan semangat dan antusias mengikuti kegiatan pengenalan arca koleksi Museum Mpu Purwa pada Selasa (22/4/2025). Kegiatan yang bernama Museum Keliling ini merupakan inovasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang untuk memperkenalkan peninggalan sejarah-sejarah yang ada di Kota Malang.
Arca Ganesha dan Arca Dewi Durga diperkenalkan kepada para murid SDN Purwantoro 2. Tidak hanya itu, penjelasan bentuk detail dan spesifik dari arca tersebut juga menjadi salah satu agenda kegiatan itu.
Untuk menambah kegembiraan dan interaksi dengan para murid, Disdikbud Kota Malang melalui Ketua Cagar Budaya Kota Malang, Rakai Hino juga memberi pertanyaan kepada para murid. Apabila berhasil, para murid akan mendapatkan hadiah buku sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilannya menjawab pertanyaan itu.
Selain itu, sejarah dan fakta dari arca tersebut juga dijelaskan oleh Raka dengan detail dan spesifik kepada para murid SDN Purwantoro 2 ini.
Pamong Budaya Pertama Disdikbud Kota Malang, Nurman Candra menyampaikan kegiatan museum keliling ini sudah dilakukan tahun 2024 lalu. Karena keterbatasan waktu dan padatnya jadwal kegiatan, maksimal hanya lima sekolah pada tahun 2024 lalu.

“Kita kan karena sudah selesai kegiatannya jadi tidak bisa, akhirnya kami janjikan untuk tahun depan kami plotkan disini lah, baru realisasinya tahun ini,” kata Nurman.
Karena tingginya antusias tersebut, kata Nurman, pada tahun 2025 ini Disdikbud akan menyasar 10 sekolah untuk menggelar kegiatan Museum Keliling ini. Lima diantaranya sekolah dasar yang ada di Kota Malang.
“Setelah ini, besok akan ke SDN Dinoyo 1. Tanggal 25 itu di SDN Cemorokandang 3. Tanggal 29 itu di SDN Pisang Candi 4. Selanjutnya yang terakhir kalau nggak salah di SDN Purwantoro 6 itu tanggal 30,” terangnya.
Sementara, Kepala SDN Purwantoro 2, Pitoyo menjelaskan Museum Keliling ini memberi wawasan yang sangat luas kepada para murid yang berkaitan dengan sejarah. Terlebih, perkembangan teknologi juga mempengaruhi minat siswa yang berkurang terhadap pemahaman sejarah.
“Alhamdulillah, ini positif sekali terhadap anak-anak, menambah pengetahuan kaitannya dengan sejarah,” kata Pitoyo.
Melihat antusias dan semangat para murid saat mengikuti kegiatan ini, Pitoyo berencana mengagendakan akan berkunjung ke Museum Mpu Purwa untuk menambah minat muridnya terhadap pemahaman sejarah.
“Makanya ini perlu untuk dikenalkan tentang peninggalan-peninggalan yang bernilai sejarah,” tutupnya. (yog/bob)




