ISI Surakarta Buka Perkuliahan di Banyuwangi, Pendaftaran Mulai Mei 2025

Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerta saat bertemu Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Banyuwangi, Jumat (10/4/2025).(dok. Humas Pemkab)
Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerta saat bertemu Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Banyuwangi, Jumat (10/4/2025).(dok. Humas Pemkab)

Banyuwangi, blok-a.com – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta resmi membuka perkuliahan di Kabupaten Banyuwangi mulai tahun ajaran 2025. Pendaftaran mahasiswa akan dimulai pada Mei 2025 melalui jalur mandiri.

Hal ini disampaikan langsung oleh Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerta, saat bertemu dengan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam rangka mematangkan persiapan teknis pembukaan kelas perkuliahan di Banyuwangi, Jumat (11/4/2025).

“Kita akan mulai perkuliahan di tahun akademik 2025 ini. Pendaftaran akan kami bulan Mei 2025 melalui jalur mandiri. Kami mempersilahkan bagi calon mahasiswa yang ingin mendaftar,” terang Nyoman.

Menurut Nyoman, di tahun awal akan ada dua program studi (prodi) yang ditawarkan ISI di kampus Banyuwangi, yakni etnomusikologi dan tari. Masing-masing prodi tersebut membuka kuota untuk 15 mahasiswa baru.

“Sementara dua prodi dulu. Nanti setelah prosedur perizinan pendirian program studi di luar kampus utama (PSDKU) selesai, kita akan tambah lagi prodinya. Misalnya bisa film televisi, desain komunikasi visual, dan lainnya karena di ISI Solo kita punya 23 prodi yang juga bisa dibuka di Banyuwangi,” jelasnya.

Nyoman menambahkan bahwa Banyuwangi memiliki kekayaan seni dan budaya yang beragam dan khas. Seperti halnya gandrung, barong, jaranan buto, trengganis, kuntulan, dan banyak lainnya. Menurutnya, kekayaan tersebut merupakan potensi besar yang dapat menjadi ekosistem pendidikan seni yang kuat.

“Banyuwangi punya warisan seni dan budaya endemik yang tidak bisa kita temukan di daerah lain. Inilah yang menarik perhatian kami untuk hadir di sini agar putra daerah Banyuwangi bisa belajar secara akademik dan ilmiah untuk pelestarian dan pengembangan warisan budaya dari leluhurnya,” urainya.

Untuk mendukung proses pembelajaran, ISI Surakarta akan melibatkan para seniman dan budayawan lokal sebagai tenaga pengajar, selain dosen dari ISI sendiri. Kurikulum juga akan dirancang agar memuat kesenian lokal Banyuwangi.

“Begitu juga kurikulumnya, akan didesain memuat kesenian lokal Banyuwangi. Sehingga kehadiran ISI di Banyuwangi benar-benar bisa menguatkan fondasi kearifan lokal Banyuwangi,” tandasnya.

Bupati Ipuk Fiestiandani menyambut baik dibukanya kelas pembelajaran ISI Surakarta di Banyuwangi. Menurutnya, kehadiran kampus seni ini menjadi momentum strategis dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang seni dan budaya.

“Kami berharap, kehadiran ISI tidak hanya memfasilitasi anak-anak Banyuwangi untuk belajar tentang seni, namun juga menjadikan seni dan budaya Banyuwangi semakin berkembang sesuai dengan kemajuan zaman,” ujar Ipuk.

Ia juga memastikan dukungan penuh dari pemerintah daerah, termasuk penyediaan fasilitas penunjang.

“Lokasi dan fasilitas sudah kita siapkan. Termasuk beberapa sarpras penunjang yang dibutuhkan akan disupport dari APBD,” tegasnya.

Dukungan juga datang dari Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB), Hasan Basri. Ia menyambut positif kehadiran ISI Surakarta, terutama karena kurikulum yang dirancang akan memuat unsur kesenian lokal.

“DKB selain akan full memback-up program ini juga input mahasiswanya. Selama ini DKB sudah getol bersosialisasi keliling ke sanggar-sanggar. Kita juga berencana lewat jalur pemerintah desa karena ini termasuk dukungan untuk membangun Banyuwangi di bidang kebudayaan,” tutup Hasan.(kur/lio)

Exit mobile version