Kota Malang, blok-a.com – Program Pertukaran Pelajar dan Guru kembali dilaksanakan oleh SMKN 4 Kota Malang, kerja sama tahun ini dilakukan dengan Sekolah Kolej Vokasional Seri Manjung Perak Malaysia selama 20 Hari.
Kepala Sekolah SMKN 4 Malang, Drs. Gunawan Dwiyono, SST, M.Pd. Menyampaikan, bahwa pertukaran pelajar ini merupakan salah satu program inisiatif di SMKN 4 Malang, yang bertujuan untuk memberikan fasilitas siswa-siswi agar bisa mendapatkan pengalaman lebih di negara lain.
“Program ini inisiatif dari sekolah sendiri, bagimanapun anak anak sebaiknya perlu pengenalan wawasan dari yang lain lain (negara lain), dilakukan selama 20 hari, dimulai dari 8 Agustus sampai 27 Agustus 2022,” ungkap Gunawan saat ditemui blok-a.com.
Terhitung mulai 8 Agustus kemarin, pelajar Malaysia sudah mulai memasuki masa studinya di Indonesia sampai dengan 27 Agustus 2022 di SMKN 4 Malang. Setelahnya delegasi Indonesia dari SMKN 4 akan memulai masa studinya di Malaysia yang bertempat di Sekolah Kolej Vokasional Seri Manjung Perak pada bulan September mendatang.
“Kita masih dikunjungi oleh siswa siswi Sekolah Kolej Vokasional Seri Manjung Perak sebanyak 8 siswa dan 4 guru, sedangkan dari pihak SMKN 4 akan dimulai bulan September sebanyak 4 delegasi siswa dan 2 guru,” tambah Gunawan.
Kepala Sekolah Kolej Vokasional Seri Manjung Perak Malaysia, Shahabudin bin Hasan, mengatakan adanya kerja sama antar keduanya bertujuan untuk memperat hubungan antara kedua istitusi pendidikan, salah satunya bertukar pengalaman bidang pendidikan teknik dan vokasional, bertukar pengalaman seni budaya dan bertukar pengalaman dalam sistem pengajaran untuk kebaikan bersama.
“Memang kita rencanakan bukan hanya anak anak didik saja yang belajar tapi guru juga, untuk saling bertukar pengalaman pengajaran antara keduanya,” tutur Shahabudin.
Gunawan juga menyampaikan pendapatnya mengenai pertukaran pelajar ini, pihaknya mengatakan output yang terpenting yakni ada pada pengalaman perserta didik.
“Dari pertukaran pelajar ini yang menjadi penting sebenarnya adalah pertukaran budaya, perbedaan kultur serta aturan aturan di setiap negara yang nantinya membawa anak amak agar siap beradaptasi di negara lain, syukur-syukur kalau anak-anak bisa dapat peluang usaha sesuai kompetensinya di sana,” ujarnya. (mg2/bob)




