Surabaya, blok-a.com – Sub Koordinator Tata Kelola dan Pemberdayaan TIK, Dendy Eka Puspawadi, mewakili Kepala Dinas Kominfo Jatim, menerima 90 mahasiswa KKL dan 20 dosen Universitas Sains Alquran Wonosobo, Selasa (23/1/2024).
Eka mengatakan, saat ini teknologi informasi telah menjadi tulang punggung dari berbagai aspek kehidupan, baik dalam bidang pendidikan, bisnis, kesehatan dan lainnya.
Di Diskominfo Jatim beragam program teknologi infromasi telah dilaksanakan, antara lain, program Smart Province.
Ini adalah program provinsi untuk mengembangkan dan mengelola berbagai sumber daya secara efektif dan efisien dalam menyelesaikan berbagai permasalahan daerah melalui inovasi yang terpadu dan berkelajutan.
Tentunya berujung pada untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Program Smart Province dapat menjadi katalisator percepatan tranformasi digital di Jatim.
“Diskominfo dalam hal ini mempunyai peran kunci dalam mengembangkan, mengelola dan memajukan teknologi informasi, dan kami berkomitmen untuk terus berperan dalam Upaya meningkatkan akses dan pemanfaatan TI bagi masyarakat Jawa Timur,“ jelasnya.
Dalam paparannya, Dendy menjelaskan tentang berbagai program Diskominfo Jatim lain, di antaranya aplikasi klinik hoaks (layanan cek kebenaran berita), KIM Hackathon – kolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai kampus untuk menyusun rencana project mulai dari keuangan, pemasaran, hingga pengembangan produk.
Selain itu juga ada program SATA Jatim, yakni sebuah inovasi yang juga menginspirasi terciptanya inovasi lain seperti Open Data Jawa Timur bagi masyarakat dan Pusat Layanan Statistik Sektoral (PLASTIK) bagi perangkat daerah yang ingin bertanya tentang SATA JATIM.
Tak hanya itu, juga ada JatimProv-CSIRT (Computer Security Incident Response Team (CSIRT) yang merupakan pilar penting keamanan siber dan Inovasi “Siperantupai” yang merupakan solusi revolusioner dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi administrasi kehadiran dan pengisian SKP pegawai secara real time.
Sementara itu, Muslim Hidayat, dosen pendamping menyampaikan tujuan dari kunjungan ini adalah untuk mengenalkan kepada mahasiswa tentang pekerjaan yang digeluti oleh mahasiswa setelah lulus, dan belajar tentang apa saja yang dikerjakan oleh Diskominfo Provinsi Jatim terkait teknologi informasi.
Diskominfo Jatim dipilih sebagai tempat KKL, karena menurutnya, sebagai dinas yang bertugas di bidang informatika yang sesuai dengan Prodi mahasiswanya.
Kedua, karena Diskominfo Jatim adalah dinas yang berkedudukan di kota Surabaya yang sangat strategis, yang memiliki banyak universitas ternama, dan tentunya Diskominfo Jatim sudah pasti menggunakan teknologi- terknologi terkini.
“Dari kunjungan ini kami akan melakukan bekerjasama dengan Diskominfo Jatim, terutama untuk pelaksanaan magang mahasiswa terkait pengembangan teknologi serta berkolaborasi untuk membangun sebuah sistem informasi. Kami berharap mahasiswa-mahasiswa bersemangat untuk terus belajar bahwa teknologi informasi perkembangannya sangat cepat sehingga mahasiswa juga harus mampu untuk beradaptasi dengan kemajuan- kemajuan teknologi,” ujarnya.(kim)








