Resmi Dilepas Gus Barra, 30 Siswa Sekolah Rakyat Mojokerto Berangkat Menimba Ilmu di Kediri

Bupati Mojokerto Muhammad Al Barraa saat melepas siswa-siswi sekolah rakyat di pendopo Graha Maja Tama.(foto: Blok-a.com/Syahrul Wijaya)
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barraa saat melepas siswa-siswi sekolah rakyat di Pendopo Graha Maja Tama.(foto: Blok-a.com/Syahrul Wijaya)

Mojokerto, Blok-a.com – Pemerintah Kabupaten Mojokerto secara resmi memberangkatkan 30 siswa-siswi angkatan pertama Program Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 menuju Sekolah Rakyat di Kota Kediri. Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra atau Gus Barra di Pendopo Graha Maja Tama, Senin (13/7/2026) pukul 07.00 WIB.

Keberangkatan para siswa menggunakan satu armada bus milik Pemerintah Kabupaten Mojokerto dengan pengawalan dari Dinas Perhubungan. Masing-masing siswa turut didampingi seorang wali atau orang tua sebelum memasuki masa pendidikan berasrama di Kota Kediri.

Sebelumnya, kuota peserta didik yang semula berjumlah 42 orang mengalami penyaringan melalui proses verifikasi. Hingga ditetapkan sebanyak 30 siswa yang dinyatakan memenuhi syarat sebagai peserta didik Sekolah Rakyat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, Try Raharjo Murdianto, S.STP., M.AP., menjelaskan bahwa Kabupaten Mojokerto saat ini masih berstatus sebagai daerah rintisan Program Sekolah Rakyat. Karena pembangunan sekolah permanen masih dalam tahap usulan, pemerintah pusat memberikan kuota sebanyak 30 siswa yang untuk sementara dititipkan di Sekolah Rakyat Kota Kediri.

“Ketika Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Mojokerto sudah selesai dibangun, seluruh siswa yang saat ini belajar di Kota Kediri akan ditarik kembali untuk melanjutkan pendidikan di Kabupaten Mojokerto,” ujarnya.

Try menjelaskan, proses rekrutmen peserta didik dilakukan secara transparan melalui Aplikasi Setara yang dikembangkan Kementerian Sosial. Aplikasi tersebut memuat data calon peserta berdasarkan sistem by name by address dari keluarga kategori Desil 1 dan Desil 2.

Dalam pelaksanaannya, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Dinas Sosial, dan Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan penerima manfaat benar-benar berasal dari keluarga yang membutuhkan.

“Dari hasil verifikasi terdapat tiga siswa yang sebelumnya masuk Desil 3, namun setelah dilakukan pendataan ulang bersama Dinas Sosial dan pemerintah desa, kondisi keluarganya sangat layak masuk kategori Desil 1 dan Desil 2 sehingga datanya diperbarui,” jelasnya.

Menurutnya, keberangkatan para siswa merupakan bentuk nyata kepedulian Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan.

“Pemerintah Kabupaten Mojokerto memberikan dukungan penuh, mulai dari penyediaan transportasi hingga pengawalan keberangkatan agar anak-anak bisa berangkat dengan aman dan nyaman,” katanya.

Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra mengatakan Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memberikan akses pendidikan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Ia menjelaskan, karena pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Mojokerto masih dalam proses persiapan, pemerintah pusat mengarahkan agar peserta didik sementara belajar di Sekolah Rakyat Kota Kediri.

“Ini merupakan program Bapak Presiden Prabowo Subianto. Untuk sementara anak-anak kita belajar di Kota Kediri. Setelah Sekolah Rakyat di Kabupaten Mojokerto selesai dibangun, mereka akan kembali melanjutkan pendidikan di Mojokerto,” ujar Gus Barra.

Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Mojokerto direncanakan dimulai pada akhir tahun 2026 dengan seluruh pembiayaan berasal dari pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten Mojokerto hanya menyiapkan lahan seluas 7,5 hektare di Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong.

Gus Barra juga mengajak para orang tua untuk mengikhlaskan putra-putrinya menempuh pendidikan berasrama demi masa depan yang lebih baik.

“Investasi paling berharga bukanlah harta, tetapi pendidikan. Di Sekolah Rakyat seluruh kebutuhan anak-anak sudah ditanggung pemerintah, mulai tempat tinggal, makan hingga proses pendidikannya. Karena itu bapak dan ibu tidak perlu khawatir,” tuturnya.

Ia berharap seluruh siswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan belajar sungguh-sungguh, menaati seluruh aturan sekolah, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan baru.

“Kami ingin anak-anak menjadi generasi yang cerdas, tangguh, berkarakter, serta mampu mewujudkan masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Kepala Sekolah Rakyat Menengah 15 Mojokerto, Heri Susanto, mengatakan pihaknya akan terus melakukan pendampingan selama para siswa menjalani pendidikan di Kota Kediri.

“Kami akan memantau perkembangan anak-anak secara berkala melalui kunjungan rutin untuk memberikan motivasi dan memastikan mereka mampu mengikuti kegiatan belajar mengajar maupun kehidupan di asrama,” ujarnya.

Menurut Heri, siswa harus mempersiapkan mental karena sistem pendidikan di Sekolah Rakyat berbeda dengan sekolah reguler. Selain mengikuti pembelajaran nasional pada pagi hingga sore hari, para siswa juga akan menjalani pendidikan karakter, keagamaan, bahasa asing, budi pekerti, kedisiplinan, dan berbagai kegiatan keasramaan hingga malam hari.

Salah satu wali murid, Retno Rahayu, warga Kecamatan Mojoanyar, mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada Bupati Mojokerto serta Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto atas kesempatan yang diberikan kepada anaknya.

“Semoga anak saya bisa belajar dengan baik, menjadi pribadi yang sukses, dan meraih masa depan yang lebih baik melalui Program Sekolah Rakyat,” ungkapnya.(Sya/adv)

Exit mobile version