Bangun Gedung Kuliah Baru, UDS Jember Siap Jadi Pusat Pendidikan Unggulan di Tapal Kuda

Bupati Jember meletakkan batu pertama pembangunan gedung tower 5 lantai RKB, Sabtu (12/7/2025). (Foto: Diskominfo Jember for blok-a.com)
Bupati Jember meletakkan batu pertama pembangunan gedung tower 5 lantai RKB, Sabtu (12/7/2025). (Diskominfo Jember for blok-a.com)

Jember, blok-a.com – Universitas dr. Soebandi (UDS) Jember kembali menunjukkan keseriusannya dalam memajukan dunia pendidikan dengan memulai pembangunan gedung Tower 5 lantai Ruang Kuliah Bersama (RKB).

Proyek prestisius ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, pada Sabtu (12/7/2025).

Gedung baru tersebut dirancang untuk menunjang proses belajar-mengajar berbagai program studi secara terintegrasi.

Gus Fawait menyampaikan apresiasinya atas langkah progresif yang dilakukan UDS dan menyebut bahwa penguatan infrastruktur pendidikan adalah pondasi penting untuk membangun sumber daya manusia (SDM) unggul di Jember.

“UDS makin besar, dan apa pun yang ada di Jember makin besar. Tentu saya sebagai Bupati Jember, sebagai Kepala Pemerintah Kabupaten Jember, bahagia. Artinya semakin banyak fasilitas pendidikan untuk meningkatkan SDM anak-anak Jember,” ucap Gus Fawait.

Dia juga menilai kehadiran mahasiswa dari luar daerah sebagai indikator positif bahwa UDS telah menjadi magnet pendidikan baru di kawasan Tapal Kuda.

“UDS berhasil dan mampu mendatangkan mahasiswa dari luar daerah. Tentu ini akan berdampak baik bagi perekonomian Jember, sektor pariwisata, dan sektor lainnya,” ujarnya.

Gus Fawait juga menyinggung rencana pengembangan Fakultas Kedokteran di UDS.

Dia menyatakan keyakinannya bahwa UDS mampu merealisasikan hal tersebut, mengingat kebutuhan akan tenaga dokter di Jember masih tinggi.

“Dengan infrastruktur, SDM, dan bangunan yang dimiliki UDS, saya yakin mereka mampu membuka fakultas kedokteran. Ini penting untuk mendukung Universal Health Coverage (UHC) yang menjadi prioritas kita,” jelasnya.

Dia memaparkan bahwa keberadaan fakultas kedokteran tidak hanya akan menambah jumlah tenaga medis, tetapi juga menjadi bagian penting dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta mengurangi prevalensi stunting dan kemiskinan.

“UHC saja tidak cukup kalau SDM-nya tidak siap. Maka pengembangan pendidikan, termasuk kedokteran, adalah solusi jangka panjang. Harapan kami, lima tahun ke depan angka kematian ibu, bayi, stunting, dan kemiskinan bisa kita turunkan secara signifikan,” pungkasnya.(sup)

Exit mobile version