Anak SD di Situbondo Termakan Tren Lukai Tangan Sendiri, Ini Langkah Polisi

Kepolisian Polres Situbondo pertemuan dengan instansi Dinas Pendidikan, komite sekolah dan guru di salah satu SD. (dok.hms for blok-a.com)
Kepolisian Polres Situbondo pertemuan dengan instansi Dinas Pendidikan, komite sekolah dan guru di salah satu SD. (dok.hms for blok-a.com)

Situbondo, blok-a.com – Aksi siswa SD yang melukai tangannya sendiri tengah geger di Situbondo. Diduga aksi dini dilakukan karena mereka termakan media sosial (medsos).

Dari sinilah Polri, memanggil para guru, kepala sekolah, dinas pendidikan dan jajaran polisi setempat.

Hadir dalam pertemuan itu, Kapolsek Situbondo Kota Iptu Harnowo, Korwil Dikbud Kecamatan Situbondo Hajjah Ririn Yunaini A, Kasek Sri Rahmatillah, perwakilan komite sekolah dan wali murid.

Kepala Sekolah Sri Rahmatillah, mengatakan temuan kasus siswa SD yang melukai tangan itu sendiri tidak perlu ada yang disalahkan.

“Tidak ada yang perlu disalahkan namun kita harus gandeng tangan menanggulangi masalah ini. Ke depan pihak orang tua, sekolah dan instansi lain termasuk Polsek Situbondo Kota cepat mengantisipasi aksi aksi bullying,“ ujarnya.

Sementara itu Korwil Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Situbondo Hajjah Ririn Yunaini, menyampaikan kejadian siswa yang menggores lengan cepat ditemukan oleh pihak sekolah sehingga tidak terjadi hal yang fatal.

Dia sependapat dengan Kasek, bahwa tidak ada yang boleh disalahkan atas kejadian tersebut, terutama anak, orang tua dan guru. Namun harus melakukan pendampingan terhadap anak-anak.

“Untuk para orang tua agar menyempatkan waktu bagi anak, meski hanya sebentar. Sehingga orang tua menjadi tempat curhat anak, bukan ke pihak lain,” ujarnya.

Ia meminta para guru agar jangan lepas kontrol dan harap dilakukan sidak setiap minggu. Sehingga apabila ada hal yang disinyalir ada kejanggalan ataupun masalah pada anak, dapat segera diatasi.

“Pihak sekolah bisa menyampaikan ke wali murid, begitu juga saat ada temuan di rumah agar disampaikan ke pihak sekolah,“ terangnya.

Sedangkan Kapolsek Situbondo Kota Iptu Harnowo menegaskan anak adalah tanggung jawab bersama, baik pihak sekolah, dan keluarga.

Polisi mengimbau agar kejadian itu tak terulang, agar para orang tua agar selalu memberi perhatian putra putrinya.

“Ini penting sehingga apabila ada sesuatu hal terjadi, orang tua atau wali murid akan lebih paham dan cepat mengetahuinya,” ujar Kapolsek Kota Situbondo.

Iptu Harnowo menambahkan, yang perlu diperhatikan orang tua adalah pemakaian media sosial melalui HP.

Menurut Iptu Harnowo ada sisi negatif dalam akses informasi tak terbatas saat ini.

“Kami, Kasek, dan Korwil Dikbud tidak perlu saling menyalahkan. Yang terpenting perhatian pada anak-anak lebih meningkat agar tak terkena dampak viral di media sosial,“ pungkasnya.

Pasca ini, semua pihak sepakat melakukan pembinaan agar kejadian itu tidak terulang dan terjadi pemulihan mental murid.(sya/lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?