Akademisi: Salat Ibadah Spiritual yang juga Memberi Manfaat Kesehatan

Ilustrasi salat idul adha. (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)
Ilustrasi salat idul adha. (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)

Malang, Blok-a.com — Ibadah salat tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga berperan dalam menjaga kesehatan fisik dan mental manusia. Hal tersebut disampaikan dokter sekaligus akademisi Universitas Negeri Malang (UM) dalam kajian keislaman pada Jumat (27/2/2026).

Kajian bertema “Sehat dan Kuat Lewat Sholat” itu menghadirkan dr. Erianto Fanani, M.KKK., AIFO-K., Kepala Lab FK UM-Dosen S1 Kedokteran. Acara digelar di Masjid Al-Hikmah UM, serta ditayangkan di kanal YouTube resmi masjid, di @MasjidAl-HikmahUMOfficial.

Menurutnya, banyak orang memandang salat semata-mata sebagai kewajiban ritual. Padahal gerakan dan keteraturan waktu dalam salat memiliki dampak nyata bagi tubuh.

“Sering kali kita memisahkan antara ibadah dan kesehatan. Padahal dalam Islam, keduanya berjalan beriringan,” ujarnya dalam kajian tersebut, seperti dikutip dari laman resmi UM.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa gerakan salat merupakan aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur setiap hari. Rangkaian gerakan mulai dari berdiri, rukuk, sujud, hingga duduk melibatkan berbagai otot tubuh dan membantu menjaga kelenturan serta keseimbangan fisik.

KULSUM DHUHUR | “Menjadi Pribadi Pemaaf di Bulan Ampunan ” |  Dr. Kholisin, M.Hum. | 1 Maret 2026

Dr. Erianto menjelaskan, rangkaian gerakan salat, mulai dari berdiri, rukuk, sujud hingga duduk, membantu menjaga fleksibilitas otot serta sirkulasi darah. Aktivitas tersebut dinilai serupa dengan latihan peregangan ringan yang jika rutin dilakukan, maka akan dapat menyehatkan tubuh.

Gerakan sujud, misalnya, memungkinkan aliran darah menuju kepala menjadi lebih optimal. Sementara gerakan yang berubah-ubah secara berkala membantu mengurangi ketegangan otot.

“Tubuh kita sebenarnya sedang berlatih. Bayangkan jika ini dilakukan minimal lima kali sehari dalam jangka panjang,” katanya.

Penjelasan ini sejalan dengan sejumlah kajian kesehatan yang menyebut gerakan shalat dapat membantu relaksasi otot serta memperbaiki keseimbangan tubuh dan peredaran darah.

Pada akhir kajian, dr. Erianto mengingatkan kembali bahwa meski membawa manfaat kesehatan fisik dan mental, hal tersebut bukanlah tujuan utama salat.

“Niat utama tetap karena Allah. Manfaat fisik dan mental adalah hikmah yang menyertainya,” tuturnya. (gni)

Exit mobile version