Wali Kota Malang Serap Aspirasi Warga, Konsep Pasar Klojen Ingin Diterapkan di Pasar Lainnya

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat berkunjung di Pasar Klojen (dok/pro)
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat berkunjung di Pasar Klojen (dok/pro)

Kota Malang, blok-a.com – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memanfaatkan momen puncak libur Lebaran 2025 dengan meninjau aktivitas di Pasar Klojen bersama jajarannya.

Dalam kunjungan tersebut, orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang ini mengaku menerima banyak apresiasi positif dari para pengunjung terkait konsep baru yang diterapkan di Pasar Klojen.

Menurutnya, antusiasme masyarakat juga disertai dengan berbagai masukan agar konsep serupa dapat diterapkan di pasar-pasar lain di Kota Malang.

Ia menegaskan bahwa Pemkot Malang secara bertahap akan terus melakukan penataan dan pembaruan konsep pasar agar tampil lebih rapi dan kembali menjadi pilihan masyarakat untuk berbelanja.

“Nanti bertahap kita buat seperti ini, Pasar Klojen, Pasar Oro-Oro Dowo sudah, kemudian nanti kita coba konsep ini di pasar-pasar yang lain. Jadi orang-orang yang dulu enggan ke pasar, sekarang kembali belanja di pasar sekalian wisata kuliner. Otomatis ekonomi terangkat,” jelasnya.

Wahyu menjelaskan, meskipun kehadiran tenant kuliner menjadi daya tarik utama, keberadaan pedagang asli tetap menjadi perhatian utama Pemkot Malang. Ia memastikan bahwa konsep one stop service yang diusung tetap mengakomodasi para pedagang lama agar tetap bisa berkembang bersama.

“Saya sudah menginstruksikan Kadiskopindag untuk tidak meninggalkan pedagang-pedagang asli, dan membuatnya berimbang, 50-50. Karena nanti orang-orang kan tetap belanja, dan yang berjualan juga senang, karena adanya kuliner ini mereka otomatis akan terangkat juga,” tuturnya.

Untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, Wahyu menyampaikan bahwa Pemkot tengah menyusun skema pengaturan parkir di kawasan Pasar Klojen agar tidak mengganggu lalu lintas. Sejumlah opsi masih dipertimbangkan, termasuk kemungkinan penerapan sistem car free day dan pengaturan lalu lintas satu arah pada waktu tertentu.

“Ada usulan untuk membuat konsepnya seperti car free day. Tapi kita akan lihat juga opsi lainnya, apakah pembebasan lahan? Atau pengaturan lalu lintas separuh, misalkan satu arah di jam tertentu sehingga parkir bisa optimal. Nanti kita atur, sehingga pengunjung terakomodir dan nyaman untuk datang ke sini,” tutupnya. (yog/bob)

Exit mobile version