Wabup Banyuwangi Tinjau Pelabuhan Ketapang, Antisipasi Kepadatan Puncak Arus Mudik

Mujiono saat meninjau pemantau CCTV di penyeberangan Ketapang Banyuwangi, Selasa (26/3/2025).(blok-a.com/Kuryanto)
Mujiono saat meninjau pemantau CCTV di penyeberangan Ketapang Banyuwangi, Selasa (26/3/2025).(blok-a.com/Kuryanto)

Banyuwangi, blok-a.com – Menjelang puncak arus mudik Lebaran, Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, memantau pergerakan di Pelabuhan Ketapang, Selasa (25/3/2025).

Hingga saat ini, kondisi pelabuhan masih relatif lengang, sementara kepadatan justru terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Banyak pemudik memilih berangkat lebih awal untuk menghindari Hari Raya Nyepi.

“Seperti diketahui, kondisi penyeberangan di Ketapang masih lengang. Namun, pihak pengelola pelabuhan sudah mengantisipasi lonjakan penumpang yang biasanya terjadi mulai H-13 hingga H+8 Lebaran,” ujar Mujiono.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi telah bekerja sama dengan ASDP, kepolisian, serta instansi terkait lainnya untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik. Selain itu, Banyuwangi juga telah bersiap menyambut wisatawan yang akan berlibur selama masa Lebaran.

“Kami ingin memastikan para wisatawan yang datang ke Banyuwangi merasa aman dan nyaman,” tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, Wabup Mujiono turut mengecek berbagai fasilitas di Pelabuhan Ketapang, termasuk pusat pemantauan CCTV, Pos Pengamanan Terpadu, dan layanan kesehatan.

“Semuanya sudah ready. Kami dari pemda juga menyediakan tempat untuk cek kesehatan selama 24 jam. Ada tiga sif yang bertugas di sana,” ungkapnya.

Sementara itu, General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Yani Andriyanto, melaporkan bahwa jumlah pemudik dari Bali ke Jawa di lintas Ketapang-Gilimanuk terus meningkat sejak H-10 hingga H-5 Lebaran. Dalam lima hari terakhir, jumlah pemudik telah mencapai 223.036 orang.

Peningkatan juga terjadi pada jumlah kendaraan yang menyeberang.

“Rata-rata harian, peningkatannya 54 persen untuk kendaraan pemudik dari Bali menuju Jawa dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya,” jelas Yani.

Ia menambahkan bahwa lonjakan penumpang sedikit melandai menjelang Nyepi.

“Saat mendekati Nyepi, arus penyeberangan agak melandai. Prediksi kami masih sama untuk puncak mudik, yakni pada tanggal 26, 27 dan 28 Maret,” pungkasnya.(kur/lio)

Exit mobile version