Jember, Blok-a.com – Bupati Jember Muhammad Fawait melanjutkan rangkaian Safari Ramadan 1446 Hijriah di Kecamatan Ledokombo, Selasa (17/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, Gus Fawait bertemu warga di dua lokasi. Di Balai Desa Suren untuk dialog dengan ketua RT/RW dan kader Posyandu, dan Balai Desa Sukogidri untuk kegiatan Sholawat Kampoeng bersama tokoh agama.
Gus Fawait menekankan pentingnya sinergi pemerintah daerah hingga ke tingkat desa guna mempercepat pembangunan dan pelayanan masyarakat. Setidaknya ada tiga poin penting yang disampaikan Bupati dalam kunjungannya kali ini.
Merespons keluhan warga tentang infrastruktur jalan yang rusak, Gus Fawait memberikan solusi konkret terkait perbedaan kewenangan antara jalan desa, kabupaten, provinsi, dan pusat.
“Bagi desa yang sudah tidak mampu membiayai perbaikan jalannya karena keterbatasan anggaran, saya sarankan segera hibahkan status jalan tersebut menjadi jalan kabupaten. Dengan begitu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bisa langsung melakukan pengaspalan tanpa terbentur kendala prosedur atau temuan BPK,” tegas Gus Fawait.
Solusi ini menawarkan jalan keluar administratif yang lebih efisien, sehingga perbaikan jalan dapat segera dilaksanakan tanpa terhambat oleh keterbatasan anggaran desa.
Gus Fawait juga menyosialisasikan program Wadul Gus’e, sebuah saluran pengaduan masyarakat yang kini mulai menunjukkan tren positif. Yang menarik, Bupati justru mengaku senang jika jumlah aduan semakin banyak.
“Kalau ada aduan yang makin banyak, saya bukan malah berkecil hati. Saya malah bahagia. Kenapa? Karena kalau begitu saya dibantu oleh masyarakat untuk mengawasi pelayanan publik yang ada di Kabupaten Jember,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya berinovasi dengan melakukan Live TikTok dan Instagram bersama para Kepala OPD agar aspirasi warga bisa dijawab langsung secara teknis dan detail. Langkah ini dinilai progresif untuk mendemokratisasi akses informasi, sehingga masyarakat tidak perlu datang langsung ke kantor dinas.
Sebagai bentuk kepatuhan terhadap arahan Presiden terkait efisiensi anggaran di tengah fluktuasi harga minyak dunia, Gus Fawait menerapkan kebijakan sederhana dengan mengajak jajaran OPD berangkat bersama menggunakan satu minibus saat safari ramadan.
“Tujuannya bukan apa, tujuannya sekali lagi mengikuti apa yang menjadi arahan presiden untuk melakukan efisiensi karena kita tahu harga minyak dunia sedang fluktuatif,” kata Gus Fawait.
Kebijakan ini bukan sekadar penghematan bahan bakar, melainkan juga pesan moral tentang kesederhanaan dan empati kepada negara di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu.
Dalam Safari Ramadan di Desa Suren, Pemkab Jember juga menggelar pasar murah yang dirangkaikan dengan program “Bupati Sapa Ramadan”. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 1.500 warga dan menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Jember. Gus Fawait berharap momentum Ramadan ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh aparatur sipil untuk terus berinovasi dalam melayani publik secara responsif dan efisien. (rio/ova)




