Pasuruan, blok-a.com – Pemerintah Kota Pasuruan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan merevitalisasi sejumlah saluran drainase dan irigasi di 4 titik pada tahun ini.
Anggaran dialokasikan Rp2,3 miliar dari APBD 2025. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi saluran air serta memperbaiki infrastruktur yang mengalami kerusakan.
Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan, Gustap Purwoko, mengungkapkan 4 wilayah yang menjadi fokus perbaikan meliputi Kelurahan Sekargadung, Bakalan, Blandongan, dan Purworejo.
Saat ini, proyek itu masih dalam tahap perencanaan, dan setiap lokasi akan melalui proses lelang sebelum pengerjaan dimulai.
“Revitalisasi ini menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Beberapa saluran akan diperbaiki secara menyeluruh, sementara yang masih dalam kondisi baik akan mendapat perawatan seperti pembersihan dan pengecatan agar tetap terawat serta estetis,” jelas Gustap.
Pemilihan lokasi ini didasarkan pada hasil musyawarah perencanaan dan pembangunan (Musrenbang), di mana masyarakat mengusulkan perbaikan infrastruktur guna meningkatkan kualitas lingkungan.
Selain itu, wilayah-wilayah ini memiliki jaringan drainase dan irigasi yang cukup padat, sehingga membutuhkan perhatian lebih untuk memastikan aliran air tetap lancar dan tidak menimbulkan genangan.
Gustap menambahkan, jika ditemukan kerusakan seperti retakan atau penyumbatan, maka akan dilakukan perbaikan agar fungsinya kembali optimal. Namun, jika kondisinya masih layak, tindakan lebih difokuskan pada pemeliharaan agar daya tahan infrastruktur tetap terjaga.
Sementara itu, untuk tahun ini, Dinas PUPR belum merencanakan perbaikan plengsengan, karena hasil evaluasi menunjukkan bahwa kondisinya masih dalam kategori baik.
“Kami menyesuaikan perbaikan dengan skala prioritas,” ujarnya.
Melalui upaya ini, diharapkan sistem drainase dan irigasi di Kota Pasuruan semakin optimal, mendukung ketahanan infrastruktur, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat.(rah/kim)




