Kabupaten Malang, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pola gotong royong lintas sektor. Komitmen itu ditegaskan dalam penyerahan piagam penghargaan uji coba MBG yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Sinergi dan Optimalisasi Program MBG menuju Kabupaten Malang Zero Keracunan di Pendopo Agung Malang, Rabu (26/11/2025).
Sekretaris I Satgas MBG, Mahila Surya Dewi, mengatakan pelaksanaan program ini berlandaskan Surat Keputusan Bupati Malang Nomor 100.3.3.2/513/35.07.013/2025 tentang Pembentukan Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG. Melalui satgas tersebut, pemerintah ingin memastikan penyelenggaraan MBG berjalan terkoordinasi, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata bagi kelompok rentan.
“Selain memastikan ketepatan sasaran, program ini juga menargetkan penyediaan makanan bergizi gratis bagi siswa dan kelompok rentan, meningkatkan ketahanan pangan, serta mengoptimalkan pangan lokal melalui kolaborasi dengan UMKM, BUMDes, petani, peternak, hingga Gapoktan,” kata Mahila.
Ia menuturkan program MBG juga menjadi bagian dari percepatan penurunan stunting serta peningkatan kesehatan anak sekolah. Untuk mendukung pelaksanaan, dapur MBG yang disebut sebagai Sentra Produksi Pangan Gotong Royong (SPPG) terus dioptimalkan.
Mahila memaparkan, dari target 233 dapur, sebanyak 97 dapur kini telah beroperasi dan 36 lainnya dalam tahap persiapan. Capaian kinerja dapur MBG tercatat 57,08 persen.
“Ini merupakan progres yang terus kami optimalkan melalui pendampingan dan koordinasi lintas sektor,” ungkapnya.
Adapun jumlah penerima manfaat MBG dari target 698.855 orang meliputi siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita baru terealisasi 270.829 penerima atau 38,75 persen. Mahila mengatakan percepatan capaian penerima manfaat akan menjadi fokus berikutnya, terutama dengan memastikan kesiapan dapur dan dukungan logistik di masing-masing wilayah.
Selain itu, Satgas MBG juga tengah mengebut pemenuhan dokumen SLHS (Surat Laik Higiene Sanitasi) sebagai prasyarat keamanan pangan. Dari 133 SPPG yang wajib mengurus SLHS, baru 37 unit telah terbit, sementara 68 unit dalam proses penerbitan.
“Kami terus mendorong percepatan terbitnya SLHS agar seluruh sentra produksi memenuhi standar keamanan pangan, sesuai target Zero Keracunan,” pungkas Mahila.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan kepada para pihak yang berkontribusi dalam uji coba MBG, sekaligus mempertegas komitmen bersama untuk memperkuat program secara berkelanjutan. (yog)




