Pemkab Bojonegoro Gelar Kick Off Penyelarasan RPJMD 2025-2030

Kick Off Penyelarasan RPJMD Kabupaten Bojonegoro, Rabu (26/2/2024).
Kick Off Penyelarasan RPJMD Kabupaten Bojonegoro, Rabu (26/2/2024).

Bojonegoro, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Kick Off dan Penyelarasan Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bojonegoro Tahun 2025-2030. Acara ini berlangsung di Gedung Angling Dharma, Pemkab Bojonegoro, Rabu (26/2/2024).

Kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah yang strategis dan berkelanjutan guna mewujudkan Bojonegoro yang makmur dan membanggakan.

Hadir dalam acara tersebut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Pj Sekretaris Daerah Djoko Lukito, serta perwakilan dari Bappeda, OPD terkait, dan pemangku kepentingan lainnya.

Seluruh pihak berkomitmen untuk berkolaborasi dalam menyusun rancangan awal RPJMD yang komprehensif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menekankan bahwa RPJMD merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah dengan jangka waktu lima tahun.

Penyusunan RPJMD akan membahas berbagai permasalahan pembangunan serta isu-isu strategis yang perlu segera ditangani, di antaranya:

  1. Kemiskinan
  2. Peluang kerja
  3. Stunting
  4. Kualitas SDM secara keseluruhan
  5. Seni dan budaya lokal
  6. Transformasi ekonomi
  7. Pemerataan pembangunan
  8. Lingkungan hidup
  9. Ketahanan bencana dan adaptasi perubahan iklim
  10. Tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih

Sementara itu, Menko PMK Pratikno menegaskan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan tangguh.

Ia menyebutkan bahwa sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas harus menjadi perhatian utama dalam RPJMD ini.

“Pembangunan harus selaras dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta mendorong peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya mendorong masyarakat untuk hidup sehat di tengah tantangan yang semakin kompleks. Pemerintah, lanjutnya, telah mengambil langkah dengan memfasilitasi layanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan yang ditanggung oleh Pemkab Bojonegoro.

Dengan berbagai langkah strategis ini, diharapkan RPJMD 2025-2030 dapat menjadi pedoman pembangunan Bojonegoro yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.(sil/lio)

Exit mobile version