Probolinggo, blok-a.com – Bupati Probolinggo terpilih, Gus Haris, bergerak cepat setelah mengetahui musibah pohon tumbang yang menimpa Sari’a (64), warga Dusun Togur, Desa Kalikajar Wetan. Pada hari Senin (13/1), beliau datang langsung mengunjungi kediaman korban.
Dalam kesempatan itu, Gus Haris menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh, sebagai langkah antisipasi dalam menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi mengakibatkan bencana. Maka dari itu, ia meminta semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk saling berkolaborasi.
“Kita harus memahami bahwa ini bukan hanya tugas BPBD saja. Semua OPD harus terlibat aktif, mulai dari Dinas Sosial, Kesehatan, PUPR, PERKIM, hingga Lingkungan Hidup. Semua harus bergerak bersama untuk mengantisipasi potensi bencana ke depan,” kata Gus Haris di hadapan warga dan perangkat desa.
Ia menambahkan, mitigasi bencana harus mencakup dua aspek, yakni pencegahan dan penanganan pasca-kejadian. Untuk itu, ia mencanangkan fokus utama pada penataan ulang kawasan perkotaan, khususnya di wilayah padat penduduk, seperti Kraksaan.
“Kita akan merapikan pohon-pohon di kawasan kota, termasuk wilayah padat penduduk. Jangan sampai pohon tumbang menimpa rumah atau kendaraan warga. Ini salah satu langkah yang harus segera kita lakukan,” jelasnya.
Pohon Tumbang Jadi Perhatian Khusus
Gus Haris juga menyoroti permasalahan pohon tumbang yang kerap terjadi saat angin kencang atau hujan lebat. Menurutnya, pemerintah desa harus berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat agar lebih peduli pada kondisi pohon-pohon di sekitar yang berpotensi membahayakan.
“Kalau di wilayah perkotaan, mungkin bisa langsung ditangani dinas terkait. Tapi untuk di desa, pemerintah desa harus terlibat. Warga harus memahami bahwa menebang atau memangkas pohon tidak bisa sembarangan. Harus ada izin dari pemilik pohon,” ujarnya.
Ia mengingatkan, jika pohon milik seorang warga tumbang, sehingga menyebabkan kerusakan pada rumah atau properti milik orang lain, pemilik pohon bisa dikenai sanksi hukum.
“Ini yang harus dipahami masyarakat. Jangan sampai ada yang berpikir, ‘Ah, itu pohon saya, kenapa orang lain yang repot.’ Kalau pohon itu tumbang dan merusak rumah tetangga, pemilik pohon bisa dituntut,” tegas Gus Haris.
Respons Kepala Desa Kalikajar Wetan
Sementara itu, Kepala Desa Kalikajar Wetan, Babun Hasani, menyambut baik arahan dari Gus Haris. Ia mengaku bahwa pihak perangkat desa sudah rutin mengimbau warga terkait pemangkasan pohon, terutama di sekitar permukiman dan jalan utama.
“Sejak tiga tahun terakhir, kami terus mengingatkan warga agar memotong pohon yang berpotensi membahayakan. Terutama di pinggir jalan, karena wilayah tersebut juga akan digunakan untuk pelebaran jalan,” kata Babun.
Namun, Babun mengakui bahwa masih ada kendala di lapangan. Menurutnya, beberapa warga enggan memangkas pohon karena khawatir dituntut oleh pemilik pohon lain.
“Ini yang jadi masalah. Warga takut kalau salah potong pohon, nanti malah dituntut. Makanya, kami dari pemerintah desa terus berusaha memberi pemahaman kepada masyarakat,” tambahnya.
Babun berharap, kedepannya kejadian seperti ini tidak terulang lagi di desanya. Ia juga berharap ada dukungan dari pemerintah daerah dalam hal edukasi dan penyediaan alat-alat pemangkasan.
“Jangan sampai kita menunggu ada korban dulu baru bertindak. Semoga Desa Kalikajar Wetan ini semakin aman dan masyarakatnya sejahtera,” pungkasnya.(jon/gni)




