Kota Mojokerto Resmi Miliki BPBD, Ning Ita Lantik 53 Pejabat Baru

Sejumlah pejabat yang dilantik oleh wali kota Mojokerto di pendopo Sabha Kridatama Rumah Rakyat.(blok-a.com/Syahrul Wijaya)
Sejumlah pejabat yang dilantik oleh wali kota Mojokerto di pendopo Sabha Kridatama Rumah Rakyat.(blok-a.com/Syahrul Wijaya)

Mojokerto, blok-a.com – Kota Mojokerto kini resmi memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, melantik Ganesh Pressiatantra sebagai Kepala Pelaksana BPBD dalam upacara di Pendopo Sabha Kridatama Rumah Rakyat, Rabu (10/9/2025). Ganesh sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Satpol PP Kota Mojokerto.

Dalam sambutannya, Ning Ita sapaan akrab Wali Kota menyebut pembentukan BPBD sebagai tonggak penting dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana di daerah.

“Hari ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan birokrasi di Kota Mojokerto, salah satunya yaitu pembentukan BPBD sebagai upaya memperkuat sistem penanggulangan bencana,” ujarnya.

Ia menegaskan, kehadiran BPBD adalah wujud nyata hadirnya negara bagi masyarakat saat bencana terjadi, baik yang bersifat alam maupun non-alam.

“Tugas utama BPBD adalah memastikan negara hadir di tengah masyarakat, memberikan perlindungan, rasa aman, serta penanganan yang cepat, tepat, dan terpadu,” jelas Ning Ita.

Selain melantik Kepala BPBD, Ning Ita juga melantik 52 pejabat lainnya. Di antaranya tiga pejabat pimpinan tinggi pratama, yakni Rubi Hartoyo sebagai Sekretaris DPRD, Agung Moeljono Soebagijo sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Riyanto sebagai Kepala Bapperida.

Total ada 53 pejabat yang dilantik, terdiri dari Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, dan Fungsional. Ning Ita menekankan, pelantikan bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan momentum untuk meningkatkan kapasitas dan menciptakan inovasi, termasuk menghadapi tantangan efisiensi anggaran.

“Pelantikan ini menjadi sarana bagi kita semua untuk upgrade kapasitas diri dan terus menciptakan inovasi, salah satunya dalam menghadapi tantangan efisiensi anggaran,” pesannya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menginternalisasi Core Value BerAKHLAK sebagai budaya kerja birokrasi yang berorientasi kolaborasi, bukan ego sektoral.

“Mari bersama membangun sinergi, berkolaborasi, dan bekerja solid untuk pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya Kota Mojokerto yang maju, berdaya saing, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkasnya.(sya/lio)

Exit mobile version