Komisi II DPRD Kota Blitar Sidak Proyek Pasar Legi, Pengawasan Aset Diperketat

Ketua Komisi II DPRD Kota Blitar Yohan Tri Waluyo saat memantau langsung progres pembongkaran lantai dua Pasar Legi. (foto: blok-a.com/fajar)
Ketua Komisi II DPRD Kota Blitar Yohan Tri Waluyo saat memantau langsung progres pembongkaran lantai dua Pasar Legi. (foto: blok-a.com/Fajar Agustyono)

Blitar, blok-a.com – Komisi II DPRD Kota Blitar melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Legi pada Rabu (30/9/2026) untuk memantau langsung progres pembongkaran bangunan lantai dua yang direncanakan diubah menjadi ruang terbuka atau aula guna menghidupkan kembali minat pengunjung ke pasar bersejarah tersebut. Hingga saat ini, pengerjaan baru mencapai 40 persen, dengan target penyelesaian yang ditetapkan pada 18 Desember 2026.

Ketua Komisi II DPRD Kota Blitar, Yohan Tri Waluyo mengatakan, pengawasan terhadap proses pembongkaran harus diperketat, terutama untuk menjaga aset bangunan yang masih bernilai agar tidak diambil atau dimanfaatkan oleh pihak yang tidak berwenang.

“Yang penting pengawas dan pelaksana harus memaksimalkan kinerjanya, agar bangunan dikerjakan benar-benar sesuai prosedur. Material yang masih layak dipakai tetap menjadi aset daerah, diserahkan ke BKAD, tidak boleh diambil rekanan atau pihak lain,” kata Yohan Tri Waluyo.

Lebih lanjut Yohan menjelaskan, bangunan dan material yang dibongkar akan diserahkan terlebih dahulu kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD/BKAD) untuk dinilai, sebelum ditentukan pemanfaatannya lebih lanjut. Para pedagang yang sebelumnya menempati kios di lantai dua telah dipindahkan ke tempat lain dan dinyatakan tidak keberatan, meskipun sebagian pemilik memiliki lebih dari satu unit tempat usaha.

Tujuan utama pembongkaran ini adalah menciptakan ruang yang lebih luas dan terbuka di lantai dua Pasar Legi, sehingga diharapkan dapat menarik kembali pengunjung, terutama kalangan anak muda, untuk berkegiatan di sana. Kehadiran aktivitas yang hidup di lantai atas diharapkan juga akan memberikan dampak positif bagi para pedagang yang berdagang di lantai bawah.

“Nanti diupayakan agar anak muda mau berkumpul, ada kegiatan musik, kuliner, dan lain-lain. Kalau sudah sering ke sini, pedagang di bawah juga ikut laku,” jelas Yohan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindak) Kota Blitar, Parminto menjelaskan, rencana pembongkaran menyasar ratusan kios di lantai dua Pasar Legi yang sudah lama kosong. Ruang tersebut nantinya akan diubah menjadi ruang terbuka atau aula luas guna menghidupkan kembali gairah pengunjung ke Pasar Legi.

Parminto menyebutkan, sebagian besar kios yang dibongkar sudah tidak berpenghuni lebih dari satu tahun, meskipun pemiliknya masih menyimpan barang-barang di tempat tersebut. Pihaknya telah mengadakan pertemuan dan sosialisasi berulang kali sebelum pelaksanaan pemindahan dilakukan.

“Pemiliknya tidak pernah jualan, itu sudah bukan satu dua bulan, hampir satu tahun lebih. Tetapi masih ada barang-barangnya. Kemarin sudah kita adakan pertemuan, beberapa kali akhirnya semua kosong, mereka memindahkan barang-barangnya dengan hati-hati,” ujar Parminto.

Ruang yang telah dibersihkan nantinya tidak akan dipasang sekat-sekat atau dibagi menjadi kios-kios baru. Seluruh area lantai dua akan diubah menjadi satu ruang terbuka yang luas dan terbuka untuk berbagai kegiatan masyarakat.

“Nanti dijadikan seperti aula/hall, ruangnya luas, bisa untuk berbagai kegiatan. Bisa anak muda berkumpul, ada kegiatan musik, kuliner, dan lain-lain. Tidak dibuat sekat-sekat lagi,” jelas Parminto.

Parminto menegaskan, tidak ada rencana pembangunan kios baru di lantai dua Pasar Legi. Pedagang yang masih beraktivitas di area tersebut telah dipindahkan ke sisi-sisi bangunan yang menghadap jalan utama, sehingga akses tetap terbuka dan terlihat jelas bagi pembeli.

“Berarti nanti tidak ada kios sama sekali di atas. Yang ada justru di samping-samping, menghadap jalan, tetap permanen. Tidak dibuat kios-kios lagi di bagian tengah atas,” tegasnya.

Sosialisasi dan persiapan pemindahan telah berlangsung berbulan-bulan. Beberapa tempat usaha seperti kedai kopi yang sebelumnya berada di area tersebut juga sudah dipindahkan ke lokasi pengganti yang telah disiapkan agar tidak mengganggu aktivitas jual beli selama proses renovasi berlangsung.

Penataan ulang ini dilakukan dengan harapan dapat mengembalikan daya tarik Pasar Legi bukan hanya sebagai tempat berbelanja kebutuhan harian, tetapi juga sebagai pusat pertemuan warga sekaligus ruang ekonomi yang hidup dan dinamis.

“Diharapkan dengan hadirnya kegiatan yang menarik minat anak muda, pengunjung akan kembali berdatangan, sehingga pedagang di lantai bawah maupun di sisi bangunan ikut merasakan dampak positifnya,” pungkas Parminto. (jar/adv/dprd)

Exit mobile version