Kota Malang, blok-a.com – Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, mengingatkan seluruh anggota dewan agar fokus pada tugas dan tanggung jawab sebagai wakil rakyat, bukan sibuk memamerkan harta kekayaan (flexing)
, baik di kehidupan nyata maupun melalui media sosial.
Amithya menegaskan, kondisi keamanan dan dinamika politik belakangan ini harus dijadikan momentum untuk introspeksi serta evaluasi kinerja.
“Kami sudah melakukan rapat dan sudah saya sampaikan soal itu. Ini menjadi sebuah evaluasi,” ujarnya, Rabu (3/9/2025).
Ia menekankan, perilaku flexing justru bisa merusak citra lembaga DPRD di mata publik karena dianggap tidak berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Kalau saya hanya memberikan imbauan dan perspektif, lalu silakan diterjemahkan oleh ketua fraksi kepada para anggota,” tegasnya.
Lebih lanjut, Amithya memastikan rencana kenaikan gaji maupun tunjangan bagi anggota DPRD Kota Malang tidak akan diberlakukan. Menurutnya, langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk respons terhadap tuntutan masyarakat.
“Saya kira tuntutan aksi massa di Kota Malang juga relevan untuk DPRD. Misalnya seperti yang kami jalankan saat ini, yakni efisiensi dan peningkatan kinerja,” pungkasnya.
Sebagai informasi, sebelumnya di Kota Malang terjadi sejumlah aksi. Pertama ialah terjadi pada Jumat (29/8/2025). Ada aksi solidaritas di Alun-alun Merdeka dan juga malamnya di depan Polresta Malang Kota yang berakhir ricuh.
Kedua ialah aksi terjadi pada Senin (1/9/2025). Aksi-aksi itu menyuarakan solidaritas dan menuntut keadilan bagi driver Ojol Affan Kurniawan yang meninggal saat aksi di Jakarta.
Tak hanya itu, para massa aksi juga menyoroti kinerja anggota dewan dan juga tunjangannya yang fantastis.
Selama aksi di Kota Malang, sejumlah pos polisi rusak. Tak hanya itu, fasilitas umum seperti separator jalan dan juga lampu lalu lintas juga rusak. Kerugian untuk fasilitas umum terutama lampu lalu lintas dan juga separator yang hangus dibakar ditaksir kurang lebih Rp 600 juta. (yog/bob)



