Kota Malang, blok-a.com – Persada Hospital mulai menyalurkan pasien rawat jalan ke rumah sakit lain di Kota Malang. Hal ini merupakan imbas dari berakhirnya kerjasama antara Persada Hospital Malang dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Malang.
Sekadar informasi, Persada Hospital memastikan diri untuk tidak lagi memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat peserta JKN mulai 1 Januari 2025.
“Memang kerjasama kami per 31 Desember telah berakhir, dan kami sepakat tidak melanjutkan kerjasama,” ungkap Direktur Persada Hospital, dr. Kristiawan Basuki Rahmad, Rabu (18/12/2024).
Dia menambahkan bahwa keputusan itu dilakukan atas dasar kesepakatan kedua belah pihak. Alasan pemberhentian kerjasama ini adalah karena Persada ingin fokus pada pelayanan kesehatan swasta dan pengembangan wisata medis. Dia juga tetap berkomitmen meningkatkan mutu layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Kota Malang.
“Kami ingin fokus pada pelayanan kesehatan swasta dan pengembangan wisata medis. Kami juga tetap mendukung program pemerintah dalam mengembangkan konsep wisata medis di Kota Malang atau Malang Health Tourism,” terangnya.
Menjelang penghabisan waktu kerja sama, Persada Hospital akan mengalihkan secara bertahap para pasien ke rumah sakit lain. Hal ini demi menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan kepada peserta JKN yang sedang rutin berobat di Persada Hospital. Selama proses transisi, pihaknya tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada peserta JKN yang masih menjalani perawatan di Persada Hospital.
“Jika masa transisi usai, peserta JKN secara otomatis akan dialihkan ke layanan kesehatan atau rumah sakit lain yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang, dr. Roni Kurnia Hadi Permana, memastikan bahwa berakhirnya kerjasama ini tidak akan mengganggu layanan kesehatan di Kota Malang. Sebab, ada sebanyak 56 rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
“Persada Hospital sudah bekerja sama dengan kami selama 8 tahun terakhir. Tentu kami menyampaikan terima kasih untuk sinergi ini dan semoga Persada Hospital terus memberikan layanan terbaiknya untuk masyarakat,” katanya.
Senada dengan Kepala BPJS Kesehatan Kota Malang, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr. Husnul Muarif, mengatakan bahwa kondisi ini tidak akan memberikan dampak besar pada pelayanan kesehatan di Kota Malang. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya menghormati keputusan Persada Hospital dan BPJS Kesehatan yang mengakhiri sinergi yang telah berlangsung 8 tahun itu.
“Tentu kami menyampaikan terima kasih kepada Persada Hospital yang selama ini sudah berkontribusi dalam memberikan layanan kesehatan prima kepada masyarakat Kota Malang,” kata dr. Husnul.




