Pasuruan, blok-a.com – Wali Kota Pasuruan, Haji Adi Wibowo, kali pertama berpidato di hadapan Rapat Paripurna DPRD Kota Pasuruan, Selasa (4/3/2025).
Pidato sebagai Wali Kota ini menandai awal masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota, Haji Mokhamad Nawawi, dengan visi besar membawa Kota Pasuruan menuju masa depan yang lebih maju, mandiri, dan harmonis.
Dalam pidatonya, Adi Wibowo menegaskan komitmennya untuk menjadikan Kota Pasuruan lebih aktif dalam pelayanan publik, mandiri dalam perekonomian, guyub warganya, dan indah kotanya.
Untuk mencapai visi tersebut, ia merancang lima misi utama yang akan menjadi panduan pembangunan.
Di antaranya, meningkatkan tata kelola pemerintahan yang responsif dan merata dengan dukungan digitalisasi. Lalu mewujudkan SDM unggul melalui akses pendidikan dan layanan kesehatan yang inklusif dan berkualitas.
Ketiga, mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal secara berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberdayakan pemuda, memperkuat kebudayaan, dan menjaga harmoni sosial. Dan terakhir, menjadikan Kota Pasuruan lebih indah dan nyaman dengan penguatan infrastruktur ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.
“Dengan kepemimpinan yang kolaboratif, kita dapat mewujudkan perubahan nyata bagi Kota Pasuruan. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyingsingkan lengan baju demi masa depan yang lebih baik,” ujar Adi Wibowo penuh semangat.
Sebagai bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045, ia menyoroti lima pilar pembangunan prioritas, yaitu: kesatu, pengembangan SDM yang berdaya saing dan berkarakter, kedua percepatan penanganan masalah kesejahteraan sosial, ketiga, otimalisasi sektor unggulan daerah untuk meningkatkan produktivitas, keempat reformasi regulasi dan kelembagaan untuk mendukung pembangunan dan kelima, transformasi tata kelola pemerintahan dan pemerataan infrastruktur.
Dalam arah kebijakan pembangunan tahun 2026, Pemkot Pasuruan akan memprioritaskan:
- Pembangunan SDM yang berkarakter dan berdaya saing.
- Peningkatan kualitas infrastruktur sebagai penunjang perekonomian.
- Menarik lebih banyak investasi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.
- Pengembangan sektor unggulan guna memperkuat daya saing daerah.
- Efektivitas birokrasi dan pelayanan publik berbasis digitalisasi.
- Meningkatkan harmonisasi sosial serta penanganan kemiskinan.
Sebagai tolok ukur awal kepemimpinannya, Adi Wibowo juga memaparkan indikator makro Kota Pasuruan tahun 2024. Antara lain pertumbuhan ekonomi 5,45%, indeks Gini (kesenjangan ekonomi) 0,33%, tingkat Pengangguran Terbuka 4,63%, indeks Pembangunan Manusia (IPM) 78,90, serta Tingkat kemiskinan 6,32%.
Angka-angka ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Pemerintah Kota Pasuruan untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Mari kita bekerja dengan hati, menjadikan kerja sama sebagai kunci utama keberhasilan. Teamwork makes dream work! Dengan sinergi yang solid, tidak ada impian yang mustahil bagi Kota Pasuruan,” seru Adi Wibowo dengan optimisme tinggi.
Selain memaparkan rencana pembangunan, Adi Wibowo juga menyoroti pencapaian signifikan dalam bidang kesehatan, seperti:
Menekan angka kematian bayi lahir menjadi 3,16 per 1.000 kelahiran hidup.
Menurunkan angka kematian ibu melahirkan menjadi 0,57 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2024.
Ia berharap visi, misi, dan arah kebijakan yang telah dipaparkan dapat menghasilkan indikator pembangunan yang membanggakan, tidak hanya bagi Kota Pasuruan, tetapi juga bagi Jawa Timur dan Indonesia.
“Kami tidak hanya ingin mencapai angka-angka yang membanggakan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan,” pungkasnya.
Pidato ini menjadi langkah awal bagi kepemimpinan Adi Wibowo dan Mokhamad Nawawi dalam membangun Kota Pasuruan yang lebih sejahtera dan berdaya saing.
Rapat paripurna ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Kepala Perangkat Daerah, serta perwakilan KPU dan Bawaslu Kota Pasuruan.(rah/kim)



