Gresik, blok-a.com – Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Gresik 2025 untuk pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Gresik berlangsung sukses di Aula Putri Mijil, Pendopo Bupati Gresik, Selasa (11/2/2025).
dr Anis Ambiyo Putri kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KONI Gresik untuk periode mendatang.
Anis menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Alhamdulillah, saya masih dipercaya untuk memimpin KONI Gresik,” ujarnya.
Dari total 53 cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI Gresik, sebanyak 51 cabor memiliki hak suara. Dari jumlah tersebut, 50 cabor memberikan dukungan penuh kepada dr Anis.
“50 di antaranya memilih saya untuk kembali menjabat. Dengan dukungan hampir 100% dari cabor, saya merasa harus memenuhi harapan mereka melalui berbagai program dan prestasi olahraga di Gresik,” tuturnya.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya menegaskan bahwa seluruh fasilitas olahraga di Kabupaten Gresik dapat dimanfaatkan sebagai tempat latihan bagi berbagai cabang olahraga (cabor), dengan tetap mengikuti prosedur administrasi yang berlaku.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh fasilitas olahraga di Kabupaten Gresik dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pembinaan atlet, tentunya dengan mengikuti prosedur perizinan yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Selain itu, Bupati Yani menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang tepat sasaran guna mendukung peningkatan prestasi olahraga daerah.
Ia memastikan bahwa distribusi anggaran bagi setiap cabor akan dilakukan secara proporsional berdasarkan kinerja dan capaian prestasi.
“Cabor dengan performa baik tentu akan mendapatkan porsi anggaran lebih besar dibandingkan dengan cabor yang masih perlu meningkatkan prestasinya. Ini sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi seluruh cabor agar terus berkembang,” jelasnya. .
Sementara itu, Wakil Ketua 3 KONI Jawa Timur, Dedi Suhayaji, turut memberikan arahan strategis kepada para pengurus KONI Gresik.
Menurutnya, kolaborasi antara cabang olahraga dengan pihak dunia usaha penting untuk mempercepat pengembangan dan penyelenggaraan kegiatan olahraga di Gresik.
“Setiap cabor perlu memiliki mitra dari dunia usaha. Syukur-syukur bisa dua pengusaha atau dua pabrik setiap cabor. Jika pertandingan besar disponsori oleh perusahaan, prosesnya tentu akan lebih cepat,” terangnya.
Dedi juga menegaskan bahwa pelatih memiliki peran sentral dalam meningkatkan prestasi atlet. Pelatih harus memiliki komitmen terhadap jadwal latihan dan program pembinaan yang berkelanjutan.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya manajemen organisasi cabor yang terstruktur dan profesional. Hal ini akan memudahkan setiap cabor dalam mendapatkan dukungan anggaran atau sponsor dari perusahaan.
“Kalau organisasi cabor tidak tertata dengan baik, akan sulit mendapatkan sponsor. Oleh karena itu, mari bersama-sama memperbaiki manajemen organisasi olahraga di Gresik,” pungkasnya.(ivn/lio)




