Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tengah menggodok konsep terbaru untuk pengembangan Koridor Kayutangan, yang menjadi salah satu ikon wisata heritage di kota ini. Konsep tersebut dirancang untuk lebih menonjolkan karakter sejarah dan budaya lokal yang menjadi daya tarik utama di kawasan itu.
Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi menjelaskan penataan koridor kayutangan ini untuk memperkuat nuansa Heritage di kawasan itu.
“Kota Malang ini harus mengoptimalkan, menunjukkan potensi lokal di mana Malang ini sudah bagus penataannya sejak zaman kolonial Belanda,” kata Baihaqi.
Ia menekankan bahwa pendekatan heritage harus menjadi pembeda Kota Malang dari destinasi lain. Hal itu untuk menambah daya tarik bagi wisatawan yang datang ke Kota Malang ini.
“Kalau kita berbicara destinasi wisata adalah yang membedakan. Yang membedakan yang ikonik dengan daerah lain. Kalau sama-sama dengan daerah lain kan kurang menarik,” jelasnya.
Menurutnya, desain eksisting saat ini dinilai masih belum cukup menyentuh sisi historis dan kekayaan arsitektur masa lalu. Maka dari itu, sentuhan heritage akan lebih dikuatkan dalam desain.
“Kalau kita lihat memang perlu peningkatan dari sisi tersebut. Koridornya mungkin perlu ada tambahan sisi heritagenya,” tutup Baihaqi.
Sebelumnya, Pemkot Malang melalui Disporapar sudah menerima desain dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) terkait dengan pembenahan kawasan koridor kayutangan. Desain tersebut berasal dari dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Saat inj, proses tersebut memasuki tahap pendetailan desain atau Detail Engineering Design (DED). Nantinya pengembangan lanjutan kawasan ini direncanakan menggunakan APBD Kota Malang yang sudah masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026. (yog/bob)




