Mojokerto, blok-a.com – Tragedi kecelakaan laut yang menimpa rombongan siswa SMP Negeri 7 Kota Mojokerto di Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta, Selasa (28/1/2025), menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Insiden ini terjadi saat para siswa sedang melaksanakan kegiatan Outing Class.
Setelah kabar kecelakaan laut tersiar, para orang tua korban datang ke Kantor Dinas Pendidikan Kota Mojokerto di Jalan Benteng Pancasila No. 244, Mergelo, Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari.
Suasana haru menyelimuti lokasi, dengan tangisan para orang tua yang tak mampu menahan kesedihan.
Pj Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro, bersama sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berusaha menenangkan para orang tua korban.
Selain itu, Ali Kuncoro juga mengunjungi rumah duka korban meninggal sebagai bentuk empati dan kepedulian Pemerintah Kota Mojokerto.
“Pemerintah Kota Mojokerto turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kejadian ini. Kami berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Ali Kuncoro.
Dalam kunjungannya, Ali Kuncoro juga memberikan santunan kepada keluarga korban sebagai bentuk dukungan moril dari Pemkot Mojokerto.

Ia menegaskan bahwa pemerintah bergerak cepat sejak insiden terjadi. Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto bahkan langsung menuju lokasi kejadian untuk mendampingi korban serta memastikan kepulangan jenazah berjalan lancar.
Sebagai langkah preventif, Ali Kuncoro menyampaikan bahwa Pemkot Mojokerto akan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan Outing Class di seluruh sekolah.
Ia menegaskan bahwa kegiatan serupa hanya akan diizinkan jika bersifat edukatif, seperti kunjungan ke museum atau perpustakaan.
“Kami akan mengevaluasi kegiatan Outing Class. Nantinya, hanya kegiatan yang bersifat edukasi yang akan diizinkan. Kegiatan wisata ke tempat berisiko tinggi tidak akan diperbolehkan,” tegas Ali Kuncoro.
Ia juga menginstruksikan seluruh sekolah di Kota Mojokerto untuk mengadakan doa bersama dan tahlil sebagai bentuk penghormatan kepada korban saat kegiatan belajar kembali dimulai.
Insiden ini terjadi saat 257 siswa SMP Negeri 7 Mojokerto mengikuti kegiatan Outing Class di Pantai Drini, Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul.
Dari total peserta, 13 siswa terseret ombak besar laut selatan. Sebanyak 9 siswa berhasil selamat, sementara 3 siswa ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Hingga berita ini diturunkan, 1 siswa masih dalam pencarian.
Tim SAR terus berupaya maksimal dalam proses pencarian korban. Pemkot Mojokerto juga aktif berkoordinasi dengan tim SAR dan pihak terkait untuk memastikan penanganan korban berjalan optimal.
“Kejadian ini menjadi pembelajaran penting bagi kita semua. Pemkot Mojokerto akan mengambil langkah-langkah pencegahan agar tragedi seperti ini tidak terulang,” pungkas Ali Kuncoro.(sya/lio)




