Mojokerto, blok-a.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mojokerto menegaskan komitmennya untuk lebih mengedepankan langkah preventif dalam upaya penanggulangan bencana. Kepala pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Mojokerto, Ganesh Pressiatantra, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan yang digelar pada Selasa (23/9/2025).
“Langkah-langkah konkrit kami lebih mengarah ke preventif daripada kuratif. Kami sudah melakukan pembinaan sejak usia dini. Beberapa TK bahkan sudah kami kunjungi atau berkunjung ke kantor kami untuk mendapatkan pembinaan tentang pemadaman api, evakuasi saat gempa bumi maupun banjir,” kata Ganesh.
Menurutnya, edukasi kebencanaan secara berkala dan terstruktur kepada anak-anak sekolah menjadi salah satu fokus BPBD. Tidak hanya TK, kegiatan serupa juga diberikan kepada siswa SD, SMP, hingga SMA. Bahkan, di tingkat pelajar menengah, BPBD akan membentuk relawan muda tanggap bencana.
“Di level SMP dan SMA, kita akan bentuk pemuda tanggap bencana. Mereka akan mendapatkan pemahaman sesuai kelompok usia, mulai dari penggunaan alat pemadam api ringan hingga teknik evakuasi,” imbuhnya.
Ganesh menjelaskan, dari tahun ke tahun, potensi bencana terbesar di Kota Mojokerto adalah banjir. Namun, banjir tersebut umumnya merupakan banjir kiriman dari luar daerah.
“Early Warning System (EWS) kami masih berjalan dengan baik. Tetapi banjir biasanya terjadi jika ada tanggul jebol di luar wilayah kita, sehingga sulit terdeteksi oleh sistem,” jelasnya.
Untuk itu, BPBD bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait rutin melakukan upaya pencegahan, seperti pemeliharaan sungai, kerja bakti, hingga normalisasi aliran yang tersumbat eceng gondok maupun sedimentasi.
“Kami berkolaborasi dengan Dinas PU, Dinas Lingkungan Hidup, serta instansi terkait untuk memastikan aliran sungai tetap lancar,” tegas Ganesh.
Ganesh juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dari pemerintah provinsi maupun nasional. Baru-baru ini, BPBD Kota Mojokerto menerima bantuan sarana dan prasarana kebencanaan dari BPBD Jawa Timur dan BNPB.
“Alhamdulillah, sarana prasarana kita sudah cukup memadai, melihat luasan wilayah Kota Mojokerto,” ungkapnya.
Secara kelembagaan, BPBD Kota Mojokerto kini dipimpin oleh tiga pejabat utama, yakni Kepala Pelaksana (Kalaksa), Sekretaris, dan Kepala Seksi Logistik. Selain itu, Damkar juga akan bergabung dalam struktur BPBD, sehingga jumlah personel dinilai cukup untuk memberikan pelayanan.
“Pelayanan kami 24 jam. Tidak hanya kebakaran atau bencana, gangguan lain pun bisa kami tangani melalui tim reaksi cepat yang selalu siaga,” tutur Ganesh.
Ganesh berharap masyarakat turut berperan aktif dalam mendukung langkah pencegahan bencana. “Semoga melalui edukasi sejak dini, kolaborasi dengan OPD, serta kesigapan personel, kita bisa menekan risiko bencana di Kota Mojokerto,” pungkasnya.(sya/lio)




