Setelah Tuntutannya Dipenuhi Dewan Kota Malang, Mahasiswa Kota Malang Langsung Bersih-Bersih Sampah Demo Tolak Harga BBM Naik

Disa (23) mahasiswa sedang sibuk membersihkan sampah setelah demo tolak harga BBM subsidi naik di depan Gedung DPRD Kota Malang, Kamis (8/09/2022) (blok-A.com/Defrico Alfan)

Kota Malang, blok-A.com – Terlepas riuhnya aksi demo, terekam seorang mahasiswi turut andil membersihkan sampah saat demo telah usai, Kamis (08/09/2022).

Ia dengan beberapa rekannya, sibuk membersihkan sampah plastik, di sebuah kardus yang ada disana. blok-A.com mencoba mendekat dan wawancara.

Disa namanya. Mahasiswi berumur 23 tahun yang berasal dari Nusa Tenggara Timur itu, punya kepekaan tersendiri terhadap lingkungan. Saat ini, ia berkuliah di Universitas Negeri Malang.

“Iya ini tanggung jawab kita, bukan sebagai mahasiswa saja, tapi juga sebagai manusia,” ucapnya.

Berpakaian hitam, lengkap dengan topinya, ia sengaja membersihkan sampah tersebut, tanpa menunggu orang lain yang ada disekitar membersihkannya.

“Mau menunggu orang kapan, jadi mulai dari diri kita dulu. Supaya alam cinta sama kita, dan kita juga harus cinta sama alam, yaitu dengan menjaga kebersihan,” pungkasnya pada Kamis (08/09/2022).

Selain membersihkan sampah, ia juga memberikan gagasannya terhadap demo hari ini, sekaligus menyampaikan aspirasi rakyat ke DPRD Kota Malang.

“Kita cuman bisa menyampaikan aspirasi suara-suara rakyat, selanjutnya akan diproses oleh DPRD Kota Malang. Kita tetap kawal dan menunggu seminggu kedepan,” ujarnya.

Terlepas dari aksinya menjaga lingkungan, BEM Malang Raya rupanya berhasil memanggil Ketua DPRD Kota Malang, hingga turun ke jalan, dan berakhir pada penandatanganan tuntutan.

Merasa Terpanggil, DPRD Kota Malang Tandatangani Tuntutan Mahasiswa

Dari aksi ratusan mahasiswa, DPRD Kota Malang sepakat untuk menyatukan suara, menurunkan harga BBM. Hal itu terdengar langsung dari ucapan Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika.

“Kami dari DPRD Kota Malang beserta keenam fraksi, sepakat untuk menurunkan harga BBM,” ujar Made dengan tegas.

Sebagai informasi, ada enam tuntutan yang dibawa oleh aliansi BEM Malang Raya kepada Ketua DPRD Kota Malang, sebagai berikut :

  1. Menolak tegas kenaikan harga BBM Subsidi
  2. Mendesak Pemerintah dan Kebijakannya
  3. Menolak penberiaan BLT sebagai dalih naiknya BBM
  4. Menuntut menstabilkan bahan pokok
  5. Menuntut pemerintah untuk melakukan pemulihan ekonomi
  6. Menuntut dan menunda proyek strategis nasional

Saat dibacakan langsung oleh Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika, di detik yang sama ia langsung menandatangani tuntutan bersama dengan keenam fraksinya.

“Kami siap menandatangani tuntunan enam ini,” ujar Made.

Ketua BEM Malang Raya, Zulfikri Nurfadhilla menjelaskan bahwa DPRD Kota Malang diberi waktu sekitar satu minggu atau dalam 7 x 24 jam. Jika tuntutan tidak terpenuhi, aliansi BEM Malang Raya akan turun dengan ekskalasi yang lebih besar nantinya.

“Kami kasih waktu seminggu, jika tidak tercapai tuntutan, kami akan datang lagi,”tutupnya pada awak media.
(mg1/bob)

Exit mobile version