Kota Malang, blok-a.com – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang gelar Focus Group Discussion (FGD) untuk memaksimalkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tempakau (DBHCHT), Selasa (1/11/2022).
Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang memaksimalkan DBHCHT dengan membangun Sentra UKM di sekitar pabrik rokok yang tersebar di Kota Malang.
Diskopindag akan melakukan pembinaan untuk buruh rokok dengan tujuan untuk meningkatkan SDM bagi buruh agar memiliki keahlian dan meningkatkan pendapatan untuk buruh rokok di Kota Malang.
Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Adi menuturkan akan ada tiga jenis bidang pembinaan yang diadakan oleh Diskopindag, namun pembinaan tersebut akan terus berkembang di tahun tahun berikutnya.
“Ada tuga jenis, kopi, kuliner dan fashion. Sementara kita fokus tiga untuk pengembangannya di tahun berikutnya,” papar Eko.
Terdapat 33 pengusaha rokok yang ada di Kota Malang, Eko menuturkan terbanyak industri rokok tersebar di Kecamatan Sukun dan Kedungkandang.
Namun, untuk pembinaan Diskopindag akan mengkualifikasikan karyawan yang sesuai dengan kriteria yang ada.
“Kalau karyawan cukup banyak, tidak semuanya. Kota ada kriteria,” tuturnya.
Diskopindag akan menyisir sekitar 500 karyawan dari 33 perusahaan rokok di Kota Malang dan dilakukan pembinaan secara bertahap.
“Sekitar 500 orang karyawan dari 33 perusahaan rokok, ini kita bertahap,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Eko menjelaskan Diskopindag akan membentuk suatu kluster usaha terkait bidang binaan. Namun terkait kluster, Eko menuturkan hal tersebut akan di bahas lebih lanjut dalam forum FGD.
“Sentranya akan kita buat suatu kluster usaha, nanti akan kita koordinasikan lebih lanjut karena dari FGD ini kita akan menerima saran dan masukan,” ungkapnya.
Eko menambahkan, pembinaan tersebut akan direalisasikan pada tahun 2023. Ia menuturkan akan turun ke lapangan untuk saling mengkoordinasi dengan pelaku usaha. Sehingga di tahun 2023 di harapkan dapat meningkatkan pendapatan karyawan pabrik rokok tersebut.
“Kita akan turun lapangan, harapannya nanti ketemu skema atau formulasi yang bagus untuk meningkatkan pendapatan bagi masyarakat, khususnya karyawan pabrik rokok ini,” pungkasnya.
(ptu/bob)




