Kota Malang, blok-a.com – Wali Kota Malang bersama DPRD Kota Malang gelar rapat Paripurna dengan agenda Penyampaian Pendapat Fraksi dan Pengambilan Keputusan Terhadap Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang TA 2022 serta Penandatanganan Keputusan.
Dalam penyampaiannya beberapa fraksi meyinggung terkait permasalahan krusial yang ada di Kota Malang. Salah satunya adalah kemiskinan di Kota Malang pada tahun 2023 yang semakin meningkat, permasalahan stunting dan permasalahan krisis air bersih di beberapa kelurahan Kota Malang yang sedang ramai di perbincangkan.
Dalam penyampaiannya, Pemerintah Kota Malang yang di wakili oleh Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, yang kerap disapa Bung Edi, menyampaikan tanggapannya terkait beberapa permasalahan yang disinggung oleh fraksi pada rapat paripurna.
Permasalahan pertama yakni terkait kemiskinan yang terjadi di Kota Malang, Pihaknya mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sudah mempersiapkan beberapa program pengentasan permasalahan kemiskinan yang tersebar di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Malang. Program tersebut merupakan bentuk dari pendampingan perkuatan ekonomi.
“Mengatasi permasalahan kemiskinan harus bareng bareng, tersebar di beberapa OPD terkait program programnya mulai dari Kesra, Dinsos, PU , termasuk kelompok kelompok masyarakat yang mengelolah katakanlah basnas, dinas pendidikan juga mempunyai peran besar untuk memutus rantai kemiskinan dengan program mempersiapkan beasiswa untuk anak anak supaya tetap sekolah,” ungkap Bung Edi.
Selanjutnya, Bung Edi pun menjelaskan pengentasan stunting di Kota Malang. Dalam penangannya ia juga megatakan hal yang sama, yakni perlunya kerja sama antar berbagai pihak seperti yang terjadi di permasalahan kemiskinan.

“Permasalahan stunting itu kompleks, perlu kerja sama dari berbagai pihak mulai dari anak yang mau nikah itu harus dibekali, pak lurah jangan sekali kali ngasih izin bagi anak anak yang belum masuk masa pernikahan. Begitupun KUA, begitu sudah dilakukan penangan calon pengantin,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Bung Edi juga menambahkan pentingnya kerja sama antara Dinkes dan Dinsos untuk pengentasan stunting.
“Pentingnya pembekalan untuk ibu yang baru pertama mengandung begitu juga dengan ibu ibu yang mengandung dengan usia rentan, harus diberi pembekalan yang kuat oleh Dinkes dan Dinsos, terkait bagaimana cara merawat banyinya dan yang terakhir anak yang sudah dilahirkan ditangani dengan program imunisasi dan sebagainya,” jelasnya.
Sedangkan untuk permasalahan krisis air bersih di Kota Malang yang terjadi di beberapa kelurahan Kota Malang pihaknya mengatakan telah dilakukan
“Ternyata hari ini sudah ngalih, Wonokoyo dan Telogo Waru. Memang beberapa hari yang lalu ada trobel, tapi kan ditangani dan hari ini alhamdulillah dikatakan selesai,” ujarnya.
Terkait ini Bung Edi juga mengatakan Pemkot juga akan mengalami pencegahan masalah tersebut.
“Kami mesti harus kerja sama dengan wilayah setempat, yang jalannya juga di pakai untuk pemakaian pipa PDAM, jika tidak ada kerja sama maka kelas jalan dan trek yang lewat kan tidak bisa dikontrol,” tutupnya. (mg2/bob)




