Gerak Cepat Pemkot Malang ke Korban Tragedi Kanjuruhan

Tragedi Kanjuruhan Sutiaji Pemkot Malang
Wali Kota Malang, Sutiaji (tengah) bersama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa setelah berkunjung ke rumah duka korban Tragedi Kanjuruhan di Kelurahan Bareng Kota Malang, Minggu (2/10/2022)

Kota Malang, blok-A.com – Wali Kota Malang, Sutiaji turun langsung ke rumah duka korban tragedi Kanjuruhan yang berdomisili di Kota Malang.

Sutiaji bersama rombongan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa langsung ke Kelurahan Bareng Kota Malang. Ada dua rumah duka yang dikunjungi, Minggu (2/10/2022).

Sutiaji menjelaskan hingga kini warga Kota Malang yang terkonfirmasi meninggal jumlahnya 34. Data tersebut didapat per pukul 16.00 Minggu (2/10/2022).

“. Update terus sampai saat ini untuk Kota Malang jumlahnya 34 yang meninggal, dari total 55 korban. Ada yang hilang dan seterusnya, alhamdulillah sudah kembali. Ada yang di RSSA yang tidak teridentifikasi tapi alhamdulillah sudah,” tuturnya.

Sutaji pun menyebut, Pemkot Malang terus berupaya untuk mempercepat proses identifikasi dan evakuasi. Semua korban meninggal yang berdomisili dari Pemkot Malang diberi uang santunan sebesar Rp 10 juta per satu korban jiwa.

“Ada juga sedikit untuk amal teman-teman yang sudah meninggal dunia, kami berikan Rp10 juta dari Provinsi Rp10 juta, dari Bank Jatim ada Rp5 juta.,” ujar alumnus UIN Malang itu.

Selain itu, Sutiaji telah membangun posko pengaduan di Balai Kota Malang. Pemkot Malang juga memberikan penyembuhan trauma pada korban tragedi Kanjuruhan.

“Kami juga selanjutnya memberikan trauma healing bagi korban, karena ada yang usia anak. Dan dia masih terguncang,” ujarnya.

Pria asal Lamongan ini pun telah menghubungi manajemen Arema FC. Sutiaji meminta untuk manajemen Arema FC melakukan evaluasi.

“Tadi saya juga telfon manajemen Arema juga untuk bersam-sama evaluasi dan setrusnya,” tutupnya.

Sementara itu hingga kini dari data yang diterima blok-A.com terdapat 131 korban jiwa meninggal dunia atas tragedi Kanjuruhan. Data itu versi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa per 16.00 Minggu (2/10/2022).

Data berbeda pun disampaikan Kapolri, Jendral Pol Listyo SIgit. Di Stadion Kanjuruhan, data yang diterima Kapolri adalah 125 korban meninggal dunia.

Hingga kini korban jiwa pun kemungkinan masih bisa bertambah mengingat sejumlah orang masih mencari keluarganya di sejumlah rumah sakit.

Rumah sakitnya sendiri untuk Kota Malang dipusatkan di RSSA Malang. Sementara untuk di Kepanjen terdapat tiga rumah sakit untuk perawatan korban tragedi Kanjuruhan, yakni Rumah Sakt Teja Husada, Rumah Sakit Wava Husada, dan RSUD Kanjuruhan. (bob)

Exit mobile version