Kota Malang, blok-A.com – Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan setidaknya 127 nyawa supporter Aremania, membawa luka mendalam terhadap seluruh pecinta sepak bola. Tragedi ini bukan yang pertama, sebelumnya pernah terjadi di negara-negara lainnya. Untuk itu, simak 4 tragedi yang mirip dengan Tragedi Kanjuruhan.
Peristiwa Serupa Tragedi Kanjuruhan Semalam
1. Tragedi Kerusuhan Ghana (2001)
Insiden berdarah terjadi di Ghana, ketika dua klub besar negara Afrika itu, Hearts of Oak dan Asante Kotoko saat berlaga di Stadion Accra. Polisi menembakkan gas air mata ke beberapa penggemar yang membuat keributan dan kemudian menyebabkan kerusuhan di seluruh stadion. Setidaknya, 70.000 orang yang panik berusaha keluar stadion, dan menyebabkan banyak orang terinjak-injak hingga menewaskan 126 orang, serta melukai lebih banyak lagi.
2. Tragedi Guatemala (1996)
Tragedi ini terjadi di Stadion Nasional Mateo Flores, Guatemala City, Guatemala pada 16 Oktober 1996. Insiden ini terjadi sebelum laga kualifikasi Piala Dunia antara Guatemala melawan Kosta Rika. Banyaknya suporter yang ingin masuk ke dalam stadion mengakibatkan banyak orang terhimpit, mengakibatkan kematian lebih dari 80 orang, serta melukai 180 orang lainnya.
3. Bencana Stadion Port Said (2012)
Bencana di stadion Port Said merupakan salah satu tragedi yang baru-baru ini dialami dunia sepakbola. Insiden itu terjadi terjadi ketika Al-Masry mengalahkan Al-Ahly dengan skor 3-1. Saat pertandingan usai, ribuan suporter Al-Masry berjalan menuju area penonton lawan dan menyerang mereka dengan senjata berupa pisau, botol dan pedang. Akibat kerusuhan itu, 79 orang tewas dan 1.000 orang lainnya terluka dalam peristiwa tersebut.
4. Tragedi Hillsborough (1989)
Tragedi Hillsborough menjadi tragedi paling mengerikan di Inggris, yang memiliki salah satu liga terbaik di dunia. Insiden tersebut terjadi pada laga Piala FA antara Liverpool melawan Nottingham Forest pada 15 April 1989. Selama pertandingan, polisi membuka salah satu gerbang yang memungkinkan banyak suporter yang menunggu di luar memasuki stadion. Hal itu membuat banyak orang memaksa masuk sehingga membunuh 96 orang dan melukai sekitar 776 suporter Liverpool. Salah satu korban tewas adalah sepupu dari legenda Liverpool Steven Gerrard, yang masih berusia 10 tahun dan menjadi korban termuda dalam tragedi itu.
(rco)




