Blok-a.com – Baru-baru ini, puluhan pencari kerja di Gresik harus gigit jari setelah tertipu tawaran pekerjaan. Mereka dijanjikan pekerjaan oleh pelaku yang mengaku sebagai penyalur tenaga kerja, dengan membayar sejumlah uang. Namun, setelah uang diterima, pelaku menghilang dan memblokir nomor para korban.
Kejadian semacam ini bukan yang pertama kali terjadi. Antusiasme pencari kerja kerap dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan. Oleh karena itu, Anda yang sedang mencari kerja, khususnya lewat platform daring, sebaiknya berhati-hati agar tidak terjerat jebakan oknum nakal tersebut.
Ciri-ciri Lowongan Kerja Palsu
Sebagai pedoman dalam memahami modus-modus penipuan lowongan kerja. Berikut ciri-ciri lowongan kerja palsu, menurut situs pencarian kerja, Glints.
1. Bahasa Iklan yang Buruk
Iklan lowongan kerja yang resmi biasanya ditulis dengan bahasa yang jelas dan profesional. Jika menemukan iklan dengan banyak kesalahan ejaan, tata bahasa yang kacau, atau kalimat yang membingungkan, waspadalah. Ini bisa menjadi indikasi bahwa lowongan tersebut tidak valid.
2. Tidak Memerlukan Pengalaman
Lowongan yang tidak mensyaratkan pengalaman sama sekali, bahkan untuk posisi yang biasanya membutuhkan keterampilan khusus, patut dicurigai. Penipu sering menggunakan strategi ini untuk menarik pelamar sebanyak mungkin.
3. Dihubungi Tanpa Pernah Melamar
Jika Anda menerima tawaran pekerjaan dari orang asing lewat chat atau inbox email, padahal tidak pernah melamar, sebaiknya hati-hati. Biasanya penipu akan mengeklaim telah menemukan CV Anda secara online dan langsung menawarkan posisi tanpa proses seleksi yang jelas.
4. Gaji yang Terlalu Tinggi
Pekerjaan dengan gaji tinggi memang idaman semua orang. Tapi jika terkesan aneh, misalnya lebih tinggi dari standar di profesi tertentu, itu bisa berarti tanda bahaya. Sebaiknya jangan mudah tergiur iming-iming gaji tinggi, karena penipu menggunakannya untuk menarik perhatian dan mengecoh pelamar. Sebelum melamar, cobalah mencari informasi tentang kisaran gaji rata-rata profesi terkait.
5. Informasi Perusahaan Tidak Jelas
Perusahaan yang sah biasanya memiliki jejak digital yang jelas, seperti situs web resmi dan profil media sosial. Jika Anda kesulitan menemukan informasi tentang perusahaan yang menawarkan pekerjaan, sebaiknya hindari melanjutkan proses.
6. Alamat Situs Mencurigakan
Periksa tautan situs perusahaan. Jika menggunakan domain gratisan atau memiliki ejaan yang aneh, itu bisa menjadi tanda bahwa situs tersebut palsu. Situs resmi biasanya menggunakan domain profesional dan sesuai nama perusahaan. Perlu diingat juga, belakangan juga sempat marak kasus scam dengan mengeklik link aneh yang dikirimkan lewat pesan instan.
7. Meminta Sejumlah Uang
Perusahaan yang sah tidak akan meminta pelamar untuk membayar biaya apa pun selama proses rekrutmen. Jika diminta untuk membayar biaya administrasi, pelatihan, atau lainnya, kemungkinan besar itu adalah penipuan. Selain itu, tindakan pelamar membayar pemberi kerja juga bisa masuk kategori penyuapan.
8. Komunikasi Melalui Saluran Tidak Resmi
Penipu sering menggunakan email pribadi atau nomor telepon yang tidak terkait dengan perusahaan resmi. Selalu periksa alamat email dan nomor kontak yang digunakan untuk memastikan keasliannya.
9. Menggunakan Nama Perusahaan Terkenal
Beberapa penipu mencatut nama perusahaan besar untuk menambah kredibilitas lowongan palsu mereka. Mereka mungkin juga menggunakan logo resmi perusahaan tersebut. Selalu verifikasi lowongan melalui situs resmi perusahaan terkait.
10. Menawarkan Pekerjaan yang Terlalu Mudah dengan Imbalan Besar
Jika tawaran pekerjaan terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, seperti tugas sederhana dengan bayaran tinggi, waspadalah. Penipu sering menggunakan taktik ini untuk menarik korban. (gni)









