Waspada La Nina, BPBD Kota Batu Ingatkan Warga Bersih-bersih Irigasi

Irigasi kota batu
Kawasan Kelurahan Sisir yang menjadi titik rawan banjir saat masuk musim penghujan - Foto: Pungky Ansiska

KOTA BATU – Fenomena La Nina yang terjadi di Samudera Pasifik diprediksi akan mengakibatkan anomali cuaca berupa peningkatan curah hujan yang terjadi di Indonesia. Tak terkecuali di Kota Batu yang juga terdampak perubahan cuaca. Beberapa hari Kota Batu sering diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dampak fenomena LA Nina akan terjadi pada akhir tahun 2020 hingga awal 2021. Terlebih saat ini sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki musim penghujan.

Karenanya Kasi Penanggulangan Bencana dan Logistik BPBD Kota Batu Achmad Choirur Rochim menghimbau agar masyarakat bisa mengantisipasi terjadinya bencana. Sebab curah hujan yang cukup tinggi. Terlebih untuk Kota Batu perlu diwaspadai dengan adanya banjir, angin kencang dan longsor.

“Dua tahun terakhir ini setiap memasuki pancaroba Kota Batu selalu diterpa angin kencang disertai hujan yang cukup lebat. Tercatat tahun 2018 di bulan Februari dan tahun 2019 bulan Oktober angin kencang memporak-porandakan Desa Sumber Brantas. Selain itu juga beberapa titik di Kota Batu terjadi banjir,” terang Rochim, Kamis (15/10).

Untuk itu, pihaknya bersama DPUPR selama dua pekan lalu telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengembalikan fungsi irigasi. Karena dikhawatirkan selama musim kemarau banyak sampah yang menutup saluran irigasi sehingga dapat menyebabkan banjir ketika musim penghujan datang.

Meskipun Kota Batu secara geografis berada di kawasan dataran tinggi, namun nyatanya masih sering terjadi banjir di kawasan pemukiman padat penduduk. Mengingat saluran irigasi sering tersumbat oleh sampah.

“Kalau saluran irigasi nya tertutup sampah pasti akan rawan terjadi banjir. Seperti beberapa waktu lalu sempat terjadi Banjir di Desa Sumberbrantas. Penyebabnya ya masih sampah yang dibuang sembarangan di sungai akibat nya saat curah hujan cukup tinggi akhirnya banjir,” imbuhnya.

Rochim juga menguraikan untuk wilayah yang rawan banjir diantaranya Kelurahan Sisir, Ngaglik, dan Temas karena kawasan padat penduduk. Sementara di daerah lainnya seperti Desa Sidomulyo dan Desa Sumberbrantas akibat saluran irigasi yang sempit dan banyak sampah.

Sementara untuk perkiraan awal musim penghujan di Kota Batu akan jatuh pada Minggu pertama sampai minggu ketiga bulan November. Dengan puncaknya musim penghujan pada bulan Februari 2021.

Exit mobile version