Warganya Dikenal Pintar Dagang, Ternyata Menjadi Wilayah Termiskin di Jatim, Daerah mu?

Gambaran orang yang masih hidup di pinggir rel kereta api di Kota Malang (blok-a/Nasrul)
Gambaran orang yang masih hidup di pinggir rel kereta api di Kota Malang (blok-a/Nasrul)

Blok-a.com Tingkat kemiskinan di Jawa Timur tahun 2022 masih tergolong cukup tinggi, yakni sebesar 10,38 persen. Kendati demikian, angka tersebut berangsur menurun dari tahun sebelumnya, yakni mencapai 11,40 persen.

Penyebab kemiskinan di Jawa Timur sendiri dapat disebabkan dari beberapa faktor, diantaranya yakni angka upah minimum yang tidak memadai, taraf hidup masyarakat yang buruk, dan meningkatnya angka pengangguran setiap tahun tanpa adanya tambahan kesempatan kerja.

Namun, faktanya daerah yang memiliki tingkat kemiskinan terbesar di Jatim yakni sejumlah daerah berada di Pulau Madura. Yang mana, masyarakatnya terkenal dengan perantau dan dinilai lihai dalam berdagang.

Sementara itu, BPS memiliki beberapa kriteria penilaian penduduk miskin diantaranya yakni dilihat melalui kondisi rumah yang dihuni, salah satunya yakni luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari 8m2 perorang.

Kondisi rumah tidak memiliki fasilitas buang air besar/bersama-sama dengan rumah tangga lain, sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik.

Sumber penghasilan kepala rumah tangga tidak lebih dari Rp600 ribu perbulan, pendidikan kepala keluarga minimal tamatan SD, dan masih banyak lainnya.

Dari beberapa kritegia tersebut, ditemukan tiga wilayah termiskin di Jatim menurut hasil data survei Badan Pusat Statistik, diantaranya yakni :

  1. Kabupaten Sampang

Diketahui angka kemiskinan paling tinggi berada di Kabupaten Sampang. Tingkat kemiskinan mencapai 21,61 persen pada Maret 2022. Kabupaten Sampang menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan 37 kabupaten/kota lainnya di Jatim.

Kendati demikian, angka tersebut terus menurun dibandingkan dua tahun sebelumnya. Pada tahun 2021, Kabupaten Sampang juga masih menempati posisi pertama dengan jumlah kemiskinan mencapai 23,76 persen, angka tersebut tergolong angka kemiskinan paling ekstrem yang terjadi di Kabupaten Sampang empat tahun terakhir ini.

  1. Kabupaten Bangkalan

Di peringkat kedua dengan angka kemiskinan tertinggi berada di Kabupaten Bangkalan yang mencapai 21,57 persen. Seperti Kabupaten Sampang, Bangkalan juga memiliki angka kemiskinan yang menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada tahun 2021 lalu, Bangkalan juga masih menduduki angka kemiskinan kedua dengan angka kemiskinan sebesar 21,57 persen. Sementara itu, di tahun 2020 angka tersebut turun menjadi 20,56 persen.

  1. Kabupaten Sumenep

Kabupaten Sumenep menjadi wilayah termiskin ketiga dengan jumlah angka kemiskinan mencapi 18,76 persen. Dendati demikian, Kabupaten Sumenep terus menunjukkan presentase angka kemiskinan yang baik dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2021, kemiskinan di Kabupaten Sumenep mencapai 20,51 persen. Angka tersebut turun dari tahun 2020, yakni sempat di angka 20,57 persen.

  1. Kabupaten Probolinggo

Selanjutnya Kabupaten Probolinggo denga jumlah angka kemiskinan mencapai 18,91 persen. Seperti wilayah sebelumnya, angka tersebut terus menurun dibandingkan tahun 2021 silam, yakni di angja 18,91 persen.

Namun, di tahun 2020 angka tersebut kembali mengalami kenaikan dari sebelumnya mencapai 18,61 persen.

  1. Kabupaten Tuban

Kemiskinan di Kabupaten Tuban mencapai 15,02 persen. Angka tersebut teysbmengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang mencapai 16,31 persen. Angka tersebut sempat mengalami kenaikan, dari 2021 silam yakni daribangka 15,91 persen.

Dari kelima data daerah kemiskinan diatas, kalian dapat membandingkan daerah mana yang memiliki tingkat pendidikan tinggi hingga rendah. Tentunya dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh BPS Jawa Timur.

(ptu/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?