Warga Sidoarjo Ikut Keluhkan Penggunaan Sirine ‘Tot Tot Wuk Wuk’

Ilustrasi sirine.(iStockPhoto)
Ilustrasi sirine.(iStockPhoto)

Sidoarjo, blok-a.com – Masyarakat Sidoarjo turut mendukung gerakan stop penggunaan sirine atau strobo “Tot Tot Wuk Wuk” yang belakangan tengah ramai digaungkan warganet.

Ketua Umum Relawan Info Lantas Sidoarjo (ILS), Imam Efendi, menyesalkan pemakaian strobo di jalan raya oleh masyarakat sipil karena akan memicu kebingungan pengguna jalan raya.

Menurutnya, sirine di jalan adalah tanda darurat. Jika disalahgunakan akan berpotensi memperlambat akses kendaraan darurat, semisal ambulans.

“Sirine darurat seharusnya hanya digunakan oleh kendaraan tertentu seperti ambulans, pemadam kebakaran, atau aparat penegak hukum dalam kondisi mendesak. Jika dipakai sembarangan, masyarakat akan sulit membedakan mana kondisi darurat yang benar,” ujar Imam Efendi, Rabu (24/9/2025).

Protes tersebut didukung maraknya laporan ambulans terhambat di jalan karena pengguna jalan mengira itu hanya kendaraan biasa yang menyalakan sirine.

Imam berharap polisi segera melakukan pengawasan dan tindakan. Sebagai komunitas lalu lintas, pihaknya juga telah memberikan masukan ke polisi dan mendata semua laporan anggotanya terkait itu.

Sementara itu, Ketua Forum Rembug Masyarakat Sidoarjo (Formasi), Tangguh Perwira Negara, mengacu Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tanda darurat, tidak diperkenankan dipakai di kendaraan sipil.

Untuk itu, Formasi meminta ketegasan dari aparat kepolisian untuk menindak tegas para pengguna sirene yang tidak sesuai dengan aturan. (fah/kim/lio)

Exit mobile version