Warga Minta Trans Jatim Masuk Arjosari, Dishub Kota Malang Siap Evaluasi

Trans Jatim Koridor 2 Malang segera meluncur, 56 bus stop di Kabupaten Malang mulai dipasangi rambu (foto: dok. Dishub Jatim for blok-a)
Trans Jatim Koridor 2 Malang segera meluncur, 56 bus stop di Kabupaten Malang mulai dipasangi rambu (foto: dok. Dishub Jatim for blok-a.com)

Kota Malang, blok-a.com – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, memberikan lampu hijau terhadap kemungkinan perpindahan Origin Destination (OD) Trans Jatim Koridor 2 Malang dari Terminal Madyopuro ke Terminal Arjosari.

Sejak resmi beroperasi pada Jumat (30/10/2026), Trans Jatim Koridor 2 Malang menetapkan Terminal Madyopuro sebagai titik awal dan akhir perjalanan. Namun, penetapan tersebut berpeluang dievaluasi menyusul adanya permintaan masyarakat agar layanan bus tersebut masuk Terminal Arjosari.

Widjaja mengatakan, evaluasi merupakan bagian dari pelaksanaan operasional Trans Jatim. Hal itu juga telah disampaikan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur sebagai pihak yang mengelola layanan tersebut.

“Ini bagian dari kita nanti melakukan evaluasi ya. Sebagaimana yang sudah disampaikan oleh Dinas Perhubungan Provinsi, setiap pelaksanaan implementasi peluncuran satu maupun dua dilakukan evaluasi,” kata Widjaja saat dikonfirmasi, Kamis (5/11/2026).

Menurutnya, permintaan perpindahan OD ke Terminal Arjosari telah disampaikan masyarakat melalui surat resmi. Surat tersebut juga telah diterima oleh Pemerintah Kota Malang dan Dishub Provinsi Jawa Timur.

Widjaja, yang akrab disapa Jaya, menegaskan bahwa pihaknya mendukung aspirasi masyarakat. Sebab, pengguna jasa menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan transportasi.

“Kami sifatnya mendukung sepenuhnya apa yang masyarakat inginkan, karena masyarakat inilah yang sebagai pengguna jasa utamanya, menjadi perhatian sebagai pengambilan keputusan,” ujarnya.

Selain permintaan perpindahan OD, masyarakat pengguna jasa Trans Jatim juga disebut menginginkan audiensi dengan pihak terkait. Dishub Kota Malang menyatakan siap memfasilitasi pertemuan tersebut.

Jaya menyebut, audiensi akan dijadwalkan dengan mempertimbangkan waktu yang memungkinkan. Fasilitas juga akan diberikan kepada pengguna jasa sebagaimana sebelumnya dilakukan terhadap paguyuban angkutan yang merasa terdampak kehadiran Trans Jatim.

“Ya, ada keinginan dari mereka, dari pengguna jasa ini ingin melakukan audiensi. Kami akan mungkin melihat nanti posisinya kapan bisa kami lakukan audiensi dengan mereka. Yang pasti harus kami fasilitasi sebagaimana teman-teman paguyuban angkutan yang merasa dirinya terdampak, difasilitasi oleh kami, baik itu Dinas Provinsi maupun Kota. Dalam hal ini, yang menjadi tolak ukur utama adalah pengguna jasa, kita juga harus fasilitasi,” jelasnya.

Di sisi lain, muncul pula wacana boikot Trans Jatim dari kalangan pengguna jasa. Menanggapi hal itu, Jaya menyebut aspirasi para pelaku angkutan juga menjadi bagian dari evaluasi.

Ia mengatakan, pihaknya akan menyampaikan masukan tersebut kepada pembuat keputusan. Namun, kebutuhan pengguna jasa tetap menjadi perhatian dalam proses evaluasi rute dan titik OD Trans Jatim Koridor 2 Malang.

“Ya, ini menjadi bagian dari evaluasi para pelaku jasa angkutan itu sendiri. Artinya, menjadi perhatian bagi mereka, beri mereka kesempatan untuk membenahi diri dan ini juga kami akan sampaikan kepada pembuat keputusan,” tuturnya.

Jaya menegaskan, peluang perubahan titik OD masih terbuka apabila hasil evaluasi menunjukkan hal tersebut menjadi kebutuhan masyarakat.

“Sebagaimana yang saya sampaikan pada peluncuran oleh Kepala Dinas, dilakukan evaluasi kalau memang itu menjadi suatu kebutuhan,” pungkasnya. (bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.