KOTA BATU – Tingkat kesadaran masyarakat dalam membuang sampah khususnya popok bayi ternyata masih sangat rendah di wilayah Kota Batu. Hal tersebut nampak dari banyaknya sampah atau limbah popok yang dibuang sembarangan di beberap titik, seperti di sungai.
Salah satunya sepertinya di DAS Brantas tepatnya di bawah jembatan penghubung Desa Sidomulyo Kecamatan Batu dan Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji. Di lokasi ini terlihat banyak sampah popok yang dibuang sembarangan.
Bahkan limbah popok tersebut sudah ada sekitar satu bulan lamanya menumpuk. Hingga akhirnya warga yang merasa resah melaporkan hal tersebut ke relawan terkait adanya tumpukan sampah popok. Tentu saja limbah popok membuat pemandangan tak sedap dipandang mata.
“Ada laporan dari warga terkait adanya oknum masyarakat yang membuang sampah sembarang di jembatan penghubung Desa Sidomulyo dan Desa Gunungsari. Kami langsung bertindak cepat bersama rekan-rekan untuk membersihkan sampah popok,” ujar Koordinator Reaksi Cepat, Rudi Eko Prasetyo, Kamis (1/10).
Hasilnya selama setengah hari tim yang tergabung dari Tim Reaksi Cepat, Relawan Cinta Lingkungan (RCL), Tim Penyapuan, Komunitas Bank Sampah Kartini Sejadi (KBSKS) dan DLH berhasil memungut sampah popok sekitar satu pikap.
“Dari total sampah yang diangkat sebanyak satu pikap dengan 90 persen isinya sampah popok. Ini sungguh sangat menyedihkan. Pasalnya ketika semua masyarakat lainnya berkomitmen untuk memilah sampah dari rumah dan membuang pada tempatnya, tapi masih ada saja yang membuang sampah di sungai,” bebernya.
Lebih lanjut, ia menerangkan ketika masyarakat membuang sampah di sungai akan berdampak negatif bagi lingkungan. Mulai dari rawan penyakit, banjir ketika musim hujan hingga terganggunya aliran pertanian bagi petani karena terjadi pencemaran.
Sementara Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Khamim Tohari menyesalkan adanya oknum warga yang masih membuang sampah popok di sungai. Ia berharap ada tindakan tegas atau sanksi dari Pemkot Batu bagi warga yang membuang sampah sembarangan.
“Kami turut menyesal masih banyak oknum warga yang buang sampah sembarangan. Apalagi buang sampah popok di sungai. Pemkot Batu harus tegas menerapkan Perwali yang telah dibuat dengan memberi sanksi bagi warga atau siapapun itu yang buang sampah sembarangan dan berdampak pada lingkungan,” urainya.
Khamim juga mengusulkan agar kedepan Pemkot bisa memasang CCTV di tiap jembatan sungai. Dengan begitu, oknum yang membuang sampah sembarangan bisa terekam dan diberi sanksi tegas dan menjadi contoh bagi lainnya.
“Penggunakan teknologi CCTV sebenarnya harus sudah diterapkan. Apalagi Kota Batu telah dicanangkan sebagai smart city. Nah ini yang harus benar-benar diaplikasikan untuk hal-hal kecil namun berdampak besar bagi lingkungan seperti ini,” terangnya.
Karena itu, ia berharap tidak hanya DLH yang menjadi leading sektor di bidang lingkungan. Tapi juga sinergi dan sumbangsih dari Diskominfo Kota Batu dengan memanfaatkan teknologi.
Disisi lain, politisi PDIP Kota Batu ini menambahkan saat ini sampah daur ulang telah memiliki nilai ekonomis. Yakni sebagai bahan baku kerajinan, hingga sebagai alat pembayaran PBB, BPJS Kesehatan, dan pajak kendaraan dengan sampah daur ulang.




