Warga Banyuwangi Kembali Keluhkan Gas Elpiji 3 Kg Langka

Kelangkaan gas elpiji 3 kg kembali terjadi di Banyuwangi.(blok-a.com/Kuryanto)
Kelangkaan gas elpiji 3 kg kembali terjadi di Banyuwangi.(blok-a.com/Kuryanto)

Banyuwangi, blok-a.com – Dalam beberapa pekan terakhir, warga Banyuwangi kembali mengeluhkan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (LPG melon) di pasaran. Kondisi ini dirasakan terutama oleh ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang mengandalkan gas subsidi tersebut untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Gas elpiji 3 kg merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi rumah tangga berpenghasilan rendah. Mayoritas penggunanya adalah perempuan, khususnya ibu rumah tangga.

Ketika pasokan tersendat, mereka terpaksa menghabiskan lebih banyak waktu untuk mencari gas, atau bahkan beralih ke bahan bakar alternatif seperti kayu bakar dan minyak tanah yang lebih mahal dan berisiko.

Suliha (58), warga Banyuwangi, mengaku kesulitan mendapatkan gas elpiji dalam beberapa hari terakhir. Ia harus berkeliling ke berbagai toko di sekitar rumahnya, namun seringkali tidak membuahkan hasil.

“Mau beli gas saja kok kembali susah, sampai muter-muter barangnya kembali langka. Terus besuk disuruh masak pakai apa,” keluhnya, Selasa (5/8/2025).

Keluhan serupa juga disampaikan para pemilik warung di Pasar Tradisional Genteng. Mereka mengaku kesulitan memperoleh stok gas elpiji 3 kg untuk operasional usaha mereka.

“Kalau gas elpiji 3 Kg kembali langka, bagaimana keberlanjutan warung saya yang sehari-hari menjual nasi pecel, teh, dan kopi kepada pelanggan,” ujar salah satu pemilik warung.

Pedagang makanan kecil seperti sosis bakar dan gorengan juga terdampak. Nia, penjual sosis bakar dan seblak, mengaku kesulitan mendapatkan pasokan gas baik dari pangkalan maupun pengecer.

“Bagaimana ini, kelangkaan kok kembali terjadi, bakaran sosis dan seblak saya malah nggak mateng-mateng, Pak,” ujarnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Hj. Siti Mafrochatin Ni’mah, mendesak Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk turun langsung mendengarkan keluhan masyarakat.

Menurut politisi PKB tersebut, pemerintah tidak boleh hanya sibuk mengurusi kegiatan seremonial tanpa memperhatikan persoalan mendasar yang dihadapi warganya.

“Pemerintah harus hadir. Jangan sibuk urusi lomba seremonial tapi rakyatnya sengsara. Kepekaan sosialnya di mana?” tegasnya.

Ia menilai kelangkaan elpiji 3 kg merupakan persoalan kompleks yang perlu ditangani secara serius. Selain melakukan evaluasi sistem distribusi, pemerintah juga diminta memastikan kuota subsidi tepat sasaran.

“DPRD meminta agar distribusi diperbaiki dan pengawasan ditingkatkan, agar bantuan subsidi benar-benar diterima oleh warga yang berhak,” pungkasnya. (kur/lio)

Exit mobile version