blok-A.com – Sebuah akun Twitter @VeritasArdentur mengungkapkan praktik buruk dari awardee beasiswa LPDP yang mendadak viral.
Dalam utas yang akun tersebut unggah menunjukan bahwa awardee LPDP itu memanfaatkan kesempatan beasiswanya untuk meraup keuntungan semata. Hal itu terlihat dari postingan tangkapan layar percakapan Whatsapp di utas tersebut.
Dalam foto tersebut tertulis, banyak penerima beasiswa LPDP yang kuliah di Inggris memilih tidak balik ke Indonesia.
“di UK (United Kingdom) sini, banyakkkkkkkkk bgt penerima beasiswa LPDP yg pd ga balik indo,” tulis seorang di tangkapan layar itu.
“Mereka rela loh kerja kerjaan kasar utk menghindari pajak, padahal lulusan Phd, S2.”
Alasan para penerima beasiswa tidak balik ke Indonesia karena biaya sekolah anak mereka akan gratis.
“Reason (alasan) nya: mrk mau sekolahin anaknya gratis krn di sini sekolah sampe sma gratis kan,” tulis seorang di percakapan itu.
Dalam tangkapan layar itu pun dijelaskan, praktik itu dilakukan biasanya oleh penerima beasiswa yang sudah berkeluarga. Contohnya berdasarkan unggahan tangkapan layar itu, mahasiswa yang mengambil gelar PhD membutuhkan waktu empat tahun. Selama empat tahun itu dimanfaatkan menyekolahkan anaknya.
Selanjutnya setelah empat tahun selesai, giliran pasangannya yang mengambil beasiswa selama empat tahun itu.
Walhasil, pasangan suami istri itu tidak kembali ke Indonesia dengan alasan menemani pasangannya bersekolah.
“Jd at least (setidaknya) mereka dapat 10 tahun tinggal di sini,” tulisnya.
Akun @VeritasArdentur pun menuliskan bahwa kelakuan penerima beasiswa LPDP itu sebagai pengkhianat bangsa.
“Sebuah testimoni tentang para pengkhianat bangsa, penghisap uang rakyat,” tulisnya dalam cuitan, Kamis (28/07/2022).
Akun tersebut memohon ke Presiden Jokowi dengan menyebutkan akun resmi Jokowi. Dia memohon agar orang nomor satu itu menindak tegas penerima LPDP yang dia anggap sebagai pengkhianat bangsa itu.
“Pak @jokowi apakah tidak ada yg bisa dilakukan utk mengejar para pengkhianat bangsa, penghisap darah rakyat, yang menerima LPDP tapi kabur?
Coba mulai dari merangking penyeleksinya lak, siapa yang performanya paling buruk. Minimal rakyat diperas 2 miliyar utk mengirim 1 orang lho,” tulisnya.
Akun itu pun di utas terakhirnya menyarankan agar ada aturan tambahan untuk penerima LPDP. Bagi yang sudah berkeluarga hanya bisa satu orang yang menerima fasilitas dari pajak itu.
“Bikin aguran tambahan kali ya? 1 keluarga tidak boleh lebih dari 1 penerima lpdp,” tutupnya.
Hal ini pun memunculkan kemirisan dari para warganet. Salah satunya dari akun @Mahendra_Set.
Dia mengunggah sebuah foto yang nampak ruang kelas sekolah namun tidak layak.
“Miris, di dalam negeri ruang kelas masih banyak yg seperti ini. Rp 2 M untuk 1 awardee UK setara dengan 1 unit sekolah baru di NTT sini,” tutupnya. (*)




