Update Terkini Tragedi Kanjuruhan, 34 Aremania Kota Malang Meninggal Dunia

Caption : Situasi Posko Balaikota Malang, Senin 3 Oktober 2022 (blok-A/ Putu Ayu Pratama S)
Caption : Situasi Posko Balaikota Malang, Senin 3 Oktober 2022 (blok-A/ Putu Ayu Pratama S)

Kota Malang, blok-A.com – Sebanyak 34 Aremania kota Malang meninggal dunia pada tragedi Arema Fc vs Persibaya di Kanjuruhan, Senin (3/10/2022).

Update terkini dari posko Pemerintah Kota (Pemkot) Malang pertanggal 3 Oktober 2022 pukul 9.15 pagi, jumlah Aremania di Kota Malang yang menjadi korban dalam tragedi Kanjuruhan sebanyak 72 jiwa, baik yang masih sudah meninggal dunia maupun masih dalam perawatan.

Dari 72 korban tersebut, 34 di antaranya terkonfirmasi meninggal dunia, 27 di antaranya sudah dipulangkan, 9 lainnya masih dirawat, dan 2 orang belum ditemukan keberadaannya hingga sekarang. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Habibah.

“Sebanyak 34 korban jiwa perhari Senin ini pukul 9 lebih 15 menit, dan yang terkonfirmasi belum ditemukan sebanyak 2 orang,” papar Habibah saat ditemui blok-A.com.

Posko Pemkot Malang didirikan untuk memberikan informasi serta memudahkan keluarga korban yang mencari informasi terkait korban yang belum ditemukan.

Habibah mengatakan, perhari ini sebanyak 5 keluarga korban yang mengonfirmasi, namun yang 3 sudah ditemukan, sedangkan yang 2 belum ditemukan hingga saat ini.

“Perhari ini 5 laporan, yang 3 sudah ditemukan keluarganya dan yang 2 belum ditemukan yakni Febri Andika dari Sukun dan Kurniawan dari Kecamatan Blimbing,” tambahnya.

Dari dua korban yang belum ditemukan, Habibah menjelaskan bahwa Walikota Malang, Sutiaji sudah menyuruh para kepala daerahnya mencari di seluruh rumah sakit di kota maupun Kabupaten Malang.

“Tapi ini pak lurahnya sudah diperintahkan pak wali untuk mencarinya korban yang belum ditemukan ke masing masing rumah sakit,” paparnya.

Namun, saat disinggung 9 korban yang masih dirawat Habibah tidak mengetahui jelas pastinya di rumah sakit mana para korban dirawat. Ia hanya menjelaskan tersebar di rumah sakit kota Malang.

(mg2/ptu)

Exit mobile version