Kota Malang, blok-a.com – Proyek revitalisasi Pasar Induk Gadang kembali memasuki tahap penyesuaian. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang kini tengah melakukan review desain jalan setelah adanya perubahan rencana dari Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag).
Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menjelaskan bahwa pergeseran los pasar sejauh 10 meter otomatis berdampak pada penataan jalan di kawasan tersebut.
“Di Inpres jalan daerah sudah diajukan, tapi belum disetujui. Selain itu, karena los pasar digeser 10 meter ke dalam, kami juga harus menyesuaikan. Review lebih ke jalan, dan kemungkinan besar konsepnya akan dibuat dua jalur seperti di Jalan Rajasa,” terang Dandung.
Konsep jalan dua jalur itu dipandang sebagai solusi agar aktivitas perdagangan di kawasan Gadang tidak semakin memperparah kemacetan. Kawasan tersebut selama ini memang dikenal rawan padat kendaraan, terutama saat pagi dan malam hari ketika distribusi barang kebutuhan pokok berlangsung.
Dandung menegaskan, pihaknya berperan memastikan infrastruktur penunjang seperti jalan dan drainase benar-benar siap dan selaras dengan pembangunan pasar baru.
“Tugas kami memastikan jalannya tertata baik, drainase terkoneksi, dan tidak menimbulkan masalah lalu lintas ke depannya,” tambahnya.
Selain menata jalan, DPUPRPKP juga tengah menyiapkan penyesuaian teknis lain agar revitalisasi Pasar Induk Gadang berjalan optimal. Berdasarkan data Diskopindag, sebanyak 686 pedagang akan direlokasi ke tempat sementara sebelum pembangunan dimulai. Proses itu diproyeksikan berlangsung mulai akhir 2025, dengan target pasar baru rampung pada 2027.
“Pasar Gadang ini vital bagi distribusi pangan di Malang Raya. Maka dari itu, infrastruktur pendukungnya harus benar-benar siap. Kami terus bersinergi dengan Diskopindag agar semua berjalan seimbang,” kata Dandung.
Pemkot Malang berharap, dengan dimundurkannya los pasar dan jalan ditata menjadi dua jalur, kawasan Gadang bisa lebih rapi, nyaman, serta terbebas dari kemacetan.
“Jika pasar tertata dan jalannya bagus, bukan hanya pedagang yang diuntungkan, tapi juga masyarakat luas karena akses lebih lancar dan aktivitas perdagangan lebih sehat,” pungkas Dandung. (yog)




