Ungkap Temuan Kejanggalan, Kadinkes Diwawancara Bungkam

Wakil Ketua MPR MR, M. Darol (blok-a.com/Aldo)

Sumenep, blok-a.com – Pasca rapat audiensi yang digelar oleh Dinas Kesehatan Sumenep dengan Aktivis Majelis Pemuda Revolusi Madura Raya (MPR MR), Jumat (19/8/2022), Sejumlah temuan kejanggalan diungkap oleh kalangan pemuda revolusi tersebut.

Wakil Ketua MPR MR, M. Darol mengungkapkan pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep dinilai tidak profesional. Bahkan Kepala Dinas Kesehatan gagal memimpin instansi tersebut.

“Indikasinya dalam menjalankan kegiatan program penyuluhan “Komunikasi, Edukasi, dan Inovasi” 2021 lalu terjadi kelebihan transfer yang tercium aroma korupsi. Mana ada salah transfer hingga puluhan juta. Ngawur itu. Ini indikasi ingin pejabatnya korupsi,” ungkap Darol.

Dia lantas membeberkan sejumlah kejanggalan dalam program yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan itu. Diantaranya, terjadi kelebihan transfer pembayaran oleh Dinkes kepada pihak hotel.

Terbukti, lanjut Darol, di rekening salah satu hotel favorit Sumenep ada uang masuk senilai Rp52.500.000. Padahal seharusnya pihak Dinkes hanya bayar Rp 2.700.000 saja. Jadi kelebihan transfer hampir mencapai Rp 50 jutaan ke Hotel.

Tidak hanya itu, terang dia, kejanggalan lainnya pihak Dinkes beralibi kalau program itu adalah kegiatan bersifat full day. Jadi pembayaran ke hotel itu satu paket penuh. Sewa hotel plus biaya makan, minum (Mamin) dan lainnya dipesan ke hotel langsung.

“Faktanya, Dinkes hanya booking atau sewa hall hotel saja senilai Rp2,7 juta. Sedangkan biaya untuk bayar Mamin itu pesan atau beli di cafe atau warung makan Tutik Catering kata Syaiful Dinkes. Apalagi pihak hotel menolak mencairkan dan mengembalikan dana kelebihan transfer tersebut ke pihak Dinkes. Jadi uang itu masih dibekukan di rekening hotel,” beber pemuda yang cukup vokal ini

Jadi, kata aktivis MPR MR ini, dengan dia pesan makan di luar hotel, itu bukan full day tapi half day. Kan tidak satu paket lagi orderannya. Anehnya di (Daftar Pengguna Anggaran (DPA) kata pejabat Dinkes yang hadir saat audiensi, itu program kegiatan bersifat full day.

“Harusnya kan pesannya satu paket ke pihak hotel. Baik sewa hotel maupun biaya maminnya. Ini kan bohong namanya. DPA nya full day, faktanya Dinkes malah sistem Half day. Yakni beli mamin di luar hotel. Tapi transfernya total sewa hotel plus mamin. Apa ini kalu bukan mau korupsi?” Tanya Darol.

Lalu, kata Darol, ketika itu jadi temuan yang janggal, Dinkes mau beralasan kalau terburu-buru lantaran mepet pelaksanaannya. Sehingga ngejar penyerapan anggaran agar nutut SPj nya. “Kan gak lucu, kalah gak sanggup, jangan dikerjakan,” pungkasnya

Setelah dicecar berbagai pertanyaan soal kelebihan transfer oleh dinkes, kenapa beli mamin diluar hotel kalau itu full day, dan pihak hotel menolak mencairkan dana kelebihan transfer itu. Akhirnya pejabat Dinkes yakni penanggung jawab pelaksana kegiatan mengakui jika itu sebuah kesalahan.

Sayangnya dalam forum audiensi yang alot itu, jawaban dari pejabat Dinkes dinilai belum logis. Bahkan ketika hendak diwawancarai awak media, Kadinkes Sumenep Agus Mulyono malah memilih bungkam. “No komen,” kata dia sambil keluar ruangan. (Aldo/Gatut)

Exit mobile version