Universitas Brawijaya (UB) menyiapkan untuk menuju Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTNBH) sudah lebih dulu, sebelum adanya target Mendikbud pada akhir 2020, karena pada saat PTN-BLU telah membuka unit-unit bisnis, seperti UB Guest House yang dinamakan UB Hotel.
Tim PTNBH UB Prof Dr. Ir. Abdul Latief dalam Webinar “UB Menuju PTNBH (Perguruan Tinggi Berbadan Hukum) yang diikuti oleh Seluruh Dosen dan Dekan, (19/11/2020) menjelaskan perjalanan UB menuju PTNBH yang sudah dipersiapkan dari lama.
“Kenapa UB bisa rankingnya di atas beberapa PTNBH karena Pada saat PTN-BLU itu sudah rasa PTNBH. Mengapa rasa PTNBH, begitu kita buka program studi terserah kita, kita buka unit-unit bisnis. Bahkan UB Guest House kita namakan UB Hotel,”Ujar Latief.
Wakil Rektor IV Bidang Kerja sama Prof. Dr. Ir. M. Sasmito Djati, M.S., yang juga menjadi pembicara menjelaskan PTNBH UB tidak lepas dari Urgensi Filosofi yang merupakan Perguruan Tinggi sebagai lembaga yang memiliki tidak hanya nilai value tapi juga discovery, Urgensi Yuridis seperti UUD 1945, UU No 12 PTNBH, dan Urgensi Sosiologis/ Empiris untuk menjaga dan meningkatkan reputasi di bidang akademik.
“Target dari mendikbud akhir tahun ini UB harus jadi PTNBH. Tetapi kita berpikirnya telah lama. Salah satu tujuan ukuran sederhananya kita bisa naik rankingnya. Tetapi kita tahu pasti ada perubahan mendasar daripada budaya akademik kita. Dan itu yang saya yakini berat,” kata Sasmito.
Webinar yang dibuka oleh Rektor UB Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR, M.S, mengundang salah satu dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Iskandar Z. Siregar.
Dia memaparkan tentang “Manusia Unggul Dan Inovasi Agromaritim 4.0 Untuk Indonesia Mandiri”.
Menurut Iskandar, Graduate Employe ability sangat penting di masa depan. Selain itu Academic Reputation IPB yang masih belum seberapa sukses meskipun masuk top 500. Untuk itu IPB perlu melakukan branding atau lainnya yang diperkuat dengan penerbitan Paper Q1 yang berkualitas tinggi.
“Rencana strategi maritime di agromaritim 4.0 seperti sustainbility, saat ini senat IPB sedang mengarahkan rektor untuk melinkan berbagai macam 3 Darma IPB termasuk bisnis nya agar bisa masuk ke 17 SDG” Kata Siregar.
Kemitraan Internasional IPB research lebih diarahkan ke pubikasi Q1 dan sebagainya sehingga dapat mendorong mahasiwa untuk bergerak. Adapun 5 region yang bekerja sama dengan Indonesia yang harus dioptimalkan untuk memperkuat jejaring seperti, Eropa, Australia, Jepang, Asean, dan Amerika.
Melalui konsorsium research IPB dapat membangun cukup banyak konsorsium research, dan melibatkan banyak peneliti yang tentunya peneliti tersebut harus bisa bekerja secara multi discipline, inter dicipline , trans dicipline. Target IPB tahun ini adalah 1600 artikel dengan sekitar 1300 dosen dengan rasio artikel per dosen diatas 1 artikel. [IKA/Humas UB].




