Tuai Kontroversi, Vogue Edisi Sampul Kamala Harris Dirilis Terbatas

Vogue edisi cover Kamala Harris
Vogue edisi cover Kamala Harris - Foto: Entertainment Tonight

BLOK-A – Majalah Vogue edisi sampul Kamala Harris akan dirilis secara terbatas (limited edition) setelah menuai kontroversi karenanya.

Kritikus mengecam foto yang menghiasi hard copy majalah edisi Februari tersebut dengan mengatakan bahwa hal itu tidak baik dan juga terkesan mengurangi pencapaian Harris sebagai wanita berkulit hitam pertama yang terpilih sebagai wakil presiden.

Warganet pun turut mengkritik pencahayaan foto yang digunakan, di mana Harris mengenakan blazer, jeans, dan sepatu kets dari Converse. Mereka juga mempertanyakan apakah majalah tersebut telah mencerahkan kulitnya secara digital.

Menanggapi reaksi tersebut, Vogue kemudian mengumumkan akan merilis beberapa salinan dengan potret lebih formal dari Harris yang mengenakan setelan celana biru muda Michael Kors. Gambar itu telah digunakan untuk sampul majalah digital.

“Sebagai pengakuan atas minat yang sangat besar pada sampul digital, dan untuk merayakan momen bersejarah ini, kami akan menerbitkan edisi khusus dalam jumlah terbatas,” kata juru bicara Vogue, seperti dikutip dari AFP, Rabu (20/1).

Editor Anna Wintour terpaksa mempertahankan gambar aslinya usai diedarkan secara online awal bulan ini. Dia sama sekali tak berniat untuk “mengurangi” kemenangan pemilihan Harris yang luar biasa.

Sementara itu, kritikus fesyen bernama Robin Givhan menuliskan di Washington Post, di mana ia menganggap Vogue tidak memberi Harris “rasa hormat” lewat sampul cetak tersebut.

Diketahui, kedua foto itu diambil oleh fotografer Amerika Tyler Mitchell, di mana pada tahun 2018 lalu menjadi fotografer kulit hitam pertama yang memotret sampul Vogue dengan wajah Beyonce.

Harris sendiri tidak bereaksi secara terbuka tetapi sumber yang dekat dengannya mengatakan kepada media AS bahwa dia terkejut dengan pilihan foto yang lebih santai.

Kontroversi terbaru Wintour tersebut terjadi setelah kasus Black Lives Matter yang melanda AS beberapa waktu lalu. Dia sempat dikritik lantaran dianggap melakukan tindakan rasial karena tidak memberikan cukup ruang untuk stylist dan fotografer kulit hitam di majalah tersebut. Dia juga sudah meminta maaf terkait hal tersebut.

Wintour menambahkan bahwa dia juga mengambil “tanggung jawab penuh” untuk “menerbitkan gambar atau cerita yang menyakitkan atau tidak toleran” terhadap masalah rasial.

Exit mobile version