Titik Krusial Arus Balik Lebaran 2024, Ini Imbauan Menhub untuk Pemudik

Ruas tol Salatiga-Boyolali di Boyolali, Jawa Tengah.(Dok. harianterbit)
Ruas tol Salatiga-Boyolali di Boyolali, Jawa Tengah.(Dok. harianterbit)

blok-a.com Kementerian Perhubungan memetakan titik krusial yang rawan kepadatan saat arus balik Lebaran 2024. Wilayah Salatiga hingga Semarang masih menjadi perhatian utama.

“Terkait arus balik Lebaran 2024, jika melihat dari pengalaman tahun lalu, titik paling krusial adalah di daerah Salatiga sampai ke Semarang, yang notabene merupakan lokasi pertemuan para pemudik dari arah Jawa Tengah, Yogyakarta, serta Jawa Timur,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Cikampek, Kamis (11/4/2024).

Budi menyampaikan hal tersebut saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy melakukan peninjauan sekaligus rapat koordinasi kesiapan pelaksanaan operasional arus balik Lebaran 2024 di Kantor Jasa Marga KM 70, Cikampek, Jawa Barat.

Untuk itu, Budi mengimbau seluruh pihak agar mempersiapkan arus balik dengan baik, terutama di periode puncak yang diprediksi pada 13 hingga 15 April 2024.

“Oleh karenanya, untuk baliknya seperti Presiden (Joko Widodo) waktu itu anjurkan, kembalinya lebih awal. Kalau bisa besok atau lusa, Sabtu (13 April) Karena Minggu dan Senin pasti ada kenaikan yang besar,” ungkap Budi.

Dalam rapat koordinasi yang dilakukan, sejumlah pemangku kepentingan seperti Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Kepolisian, Jasa Marga, Jasa Raharja, dan ASDP memaparkan rencana operasional dan langkah-langkah yang telah disusun guna kelancaran arus balik Lebaran.

Menhub mengapresiasi semua pemangku kepentingan yang sudah berkoordinasi dan berkolaborasi dalam menyukseskan arus mudik Lebaran 2024, di mana salah satu indikatornya adalah kecepatan waktu tempuh.

Selanjutnya, Budi juga meminta truk tiga sumbu atau lebih agar tidak beroperasi selama arus balik Lebaran berlangsung. Sebab dapat menghambat pergerakan pemudik, khususnya di Pelabuhan Merak dan Ciwandan.

“Penegakan hukum berkaitan dengan truk tiga sumbu akan dilakukan. Pak Kapolri sudah berjanji untuk melakukan itu. Oleh karenanya, supir, pemilik kendaraan, pemilik barang menahan diri, kan ini tinggal beberapa hari,” kata Menhub.

Sementara itu Menko PMK Muhadjir menuturkan, berdasarkan hasil evaluasi, penanganan arus mudik tahun ini secara umum berjalan.

Namun demikian, masih terdapat beberapa permasalahan, terutama yang diakibatkan oleh kenaikan jumlah pemudik.

Menko Muhadjir juga menyoroti perilaku pemudik yang tidak disiplin, khususnya yang melalui pelabuhan penyeberangan.

Ia mengungkapkan, masih ditemukan pemudik yang nekat datang ke pelabuhan tanpa membawa tiket. Hal ini tentu sangat disayangkan.

“Saya berharap betul, kepada para pemudik yang akan kembali pada arus balik, terutama dari arah Bakauheni mohon untuk jangan datang sebelum membawa tiket. Dan gunakanlah tiket pada hari itu juga. Pasti bisa berangkat,” kata Menko Muhadjir.

Muhadjir juga menjelaskan bahwa arus balik Lebaran punya karakteristik yang berbeda dengan arus mudik.

Jika arus mudik gerakannya sentrifugal (menyebar), arus balik justru sentripetal alias mengerucut ke salah satu titik, yaitu ibukota dan sekitarnya. Pengelolaan arus balik tentu jauh lebih sulit dibanding saat arus mudik.

“Karena itu nanti mohon kesadaran pemudik agar betul-betul mematuhi kedisiplinan agar semua yang akan masuk kembali bekerja di Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya itu bisa dilayani dengan baik, baik oleh Korlantas, oleh Kementerian Perhubungan, maupun Kementerian PUPR, dan kementerian-kementerian yang lain,” tandasnya.(lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?