Tiga Versi Berbeda Terkait Jumlah Korban Tragedi Kelam Kanjuruhan

Tragedi Kelam Kanjuruhan
Syal Arema bergelantungan dan spanduk bertuliskan 'Polisi Usut Tuntas Pembumuh' di Kayutangan Heritage Kota Malang, Senin (3/10/2022) (blok-A/Syams Shobahizzaman)

Kota Malang, blok-A.com – Hingga kini banyak versi terkait jumlah korban tragedi Kelam Kanjuruhan,. Mayoritas dalam korban jiwa itu adalah suporter Aremania sementara dua adalah anggota polisi.

Dari data yang dihimpun blok-A.com setidaknya ada tiga versi berbeda antar instansi yang menyebut jumlah korban itu.

Pertama ialah versi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Khofifah menyebut korban jiwa atas tragedi kelam Kanjuruhan ialah 131 korban jiwa.

“Mungkin data ini harus masih disinkronkan, kira-kira 30 menit lalu terkonfirmasi 131 meninggal dunia. Kami akan memaksimalkan layanan korban,” tuturnya setelah berkunjung ke rumah duka korban tragedi Kanjuruhan di Kelurahan Bareng Kota Malang, Minggu (2/10/2022).

Sementara itu, data dari Kapolri, Jendral Listyo Sigit menyebut jumlah korban jiwa adalah 125. Data tersebut bisa berkurang karena ada korban jiwa yang tercatat ganda.

“Hasil verifikasi 125 ada yang tercatat ganda,” kata Listyo di Stadion Kanjuruhan, Minggu (2/10/2022).

Sementara itu terakhir terdapat versi dari Kompolnas
[07.57, 4/10/2022] Bimantara207: Kompolnas Terima Data Tambahan 6 Orang, Total 131 Koban Meninggal Tragedi Stadion Kanjuruhan

MALANG – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menerima data terbaru update jumlah korban tragedi Stadion Kanjuruhan Malang pada Sabtu (1/10/2022) malam.

Data sebelumnya disampaikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ketika memberikan keterangan kepada awak media di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (2/10/2022) malam.

Ia menyebutkan dari data awal yakni 129 korban meninggal dunia, terkonfirmasi sejumlah 125 orang. Data tersebut berkurang karena adanya data ganda yang masuk.

Sementara itu, terakhir terdapat versi dari Posco Post Mortem Crisis Center. Perwakilan Crisis Center, Zulham Mubarak menyebut ada 131 orang yang meninggal dunia atas tragedi itu.

“”Data terakhir 125. Tetapi malam ini, insyaallah ini masih kami cek lagi ada 131 orang yang meninggal. Luka ringan 260, luka berat 39, total 432 korban,” katanya.

Zulhan menyebut data yang dia dapat ini diperoleh dari relawan yang selalu berkoordinasi dengan DInas Kesehatan Kabupaten Malang. Data ini pun diperoleh setelah melalui sejumlah perbaikan hingga didapat 131 jiwa melayang.

“Data yang dirilis kacau balau pak. Dari hari H. Mulai 170, 177, 123, 187. Daripada simpang siur ini data resmi pak karena kami di lapangan. Ini data saya bawa,” ujarnya.

Zulham mengatakan, tidak menutup kemungkinan data yang ia peroleh ini terus bertambah, Sebab masih ada korban tragedi Kelam Kanjuruhan yang masih dirawat dengan luka berat. Jumlahnya 39 orang. Sementara untuk luka ringan 260.

“”Saya pastikan 131 ini kemungkinan bisa bertambah karena luka berat masih ada. Tapi tidak sebanyak itu. Gak sampai 180 insyaallah. Mugo-mugo gak sampek,” jelasnya.

Sementara itu, sebab kematian ratusan nyawa itu dikarenakan trauma di kepala, dada hingga sesak nafas. Sebab itu blok-A.com terima dari DIrektur RSSA Kota Malang, Kohar Hari. Kohar menyebut jenazah yang dievakuasi ke RSSA Malang meninggal kebanyakan akibat trauma di kepala hingga sesak nafas. (bob)

Exit mobile version