KABUPATEN MALANG – Saat ini, terdapat 50 desa di Kabupaten Malang yang masih sulit sinyal. Hal ini pun menjadi kendala pada program WiFi gratis untuk siswa di Kabupaten Malang.
Solusinya adalah membangun base transceiver station (BTS) di 50 desa. Tujuannya agar WiFi bisa menangkap sinyal dan siswa bisa belajar daring.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, Aniswaty Aziz mengaku sudah bekerjasama dengan Telkomsel untuk membangun BTS itu.
Namun, lanjut Anis, pihaknya masih mengalami kendala terkait syarat yang diajukan Telkomsel. “Syaratnya itu di sekitar 50 desa itu harus banyak yang menggunakan provider Telkomsel. Kalau tidak mereka tidak mau,” kata ia.
Anis menjelaskan, alasan Telkomsel memberikan syarat itu adalah perusahan operator telekomunikasi itu tidak mau rugi.
“Kan ini seperti supply and demand. Banyak konsumennya ya mereka (Telkomsel) mau. Tidak mau rugi lah intinya,” tuturnya.
Saat disinggung apakah Diskominfo akan menggerakan masyarakat sekitar 50 desa itu untuk menggunakan Telkomsel, Anis mengaku masih dalam tahap koordinasi.
“Banyak itu saya masih belum bisa menyebut harus berapa orang yang menggunakan. Kami juga belum mendata berapa orang yang menggunakan Telkomsel. Ini masih dikoordinasikan,” tutupnya.
Sebagai informasi, 50 blank spot itu terletak di desa yang tersebar di Malang Selatan seperti Kecamatan Bantur dan Ampelgading. Alasan tidak adanya sinyal itu karena 50 desa itu berada di dataran cekungan atau lembah.




