Takut, Sedih, dan Marah Jadi Respon Dominan Warganet Lihat Bus TNI AL Terobos Palang Pintu Kereta Api di Malang

Takut, Sedih, dan Marah Jadi Respon Dominan Warganet Lihat Bus TNI AL Terobos Palang Pintu Kereta Api di Malang (twitter)
Takut, Sedih, dan Marah Jadi Respon Dominan Warganet Lihat Bus TNI AL Terobos Palang Pintu Kereta Api di Malang (twitter)

blok-a.comSeorang warganet membagikan hasil respon warganet dari video dua bus TNI AL yang nekat menerobos palang pintu keretapi di Jalan Kolonel Sugiono atau Mergosono, Kota Malang.

Sekadar diketahui, palang pintu kereta api nekat diterobos dua bus TNI AL viral setelah cuplikan video tersebar di media sosial.

Warganet dengan nama akun @DudyRudianto membagikan hasil respon warganet dari cuitan video di dua bus TNI AL yang menerobos palang pintu kereta api di Malang yang diunggah akun @sahabat_kereta di Twitter tersebut.

Dia menjelaskan, kabar dua bus TNI AL terobos palang pintu kereta api menuai sentimen negatif cukup besar dari warganet, yakni 92 persen.

“Kabar 2 unit bus TNI AL terobos palang perlintasan kereta api menuai sentimen negatif warganet sangat besar, mencapai bobot 92%,” jelasnya di kolom komentar cuitan @sahabat_kereta dilihat blok-a,com Jumat (5/5/2023).

Dia menambahkan, perilaku aparat atau TNI AL ini seharusnya menjadikan contoh. Namun, yang terjadi adalah bus TNI AL itu menerobos palang pintu kereta api yang hendak lewat mengundang nada sedih warganet sebesar 52 persen dan frustasi 40 persen dari video tersebut.

“Perilaku aparat yg seharusnya menjadi teladan mengundang nada sedih 52 persen dan frustrasi 40 persen warganet sebagai persepsi dominan,” kata dia.

Oleh karena itu, dia menjelaskan, warganet terganggu atas peristiwa bus TNI AL yang menerobos palang pintu kereta api di Kota Malang yang hendak lewat itu.

“Perasaan warganet jelas terganggu atas kejadian ini, yang didominasi oleh perasaan menakutkan, sedih dan marah,” tulisnya.

Terakhir dia menuliskan, respon da nsentimen itu didapat dari teknologi Artificial Intellegence (AI). Dalam hasil itu juga ditemui bahwa percakapan dan perhatian warganet juga berkaitan dengan hukum dan perilaku pelanggaran hukum.

“Teknologi AI
@Evello12
juga mendeteksi perhatian & percakapan warganet berkaitan dgn hukum dan perilaku pelanggaran hukum (law & crime).” tutupnya di kolom komentar itu. (bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?