Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Ambruk ‘Makan Korban’

Sumenep, blok-a.com – Kekhawatiran masyarakat selama ini ternyata benar. Ambruknya jembatan yang terletak di Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng, Sumenep bisa membahayakan para pengendara kendaraan bermotor. Terbukti, nasib sial menimpa Anwar warga Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep.

Informasi yang dihimpun media ini bahwa telah terjadi kecelakaan di jembatan ambruk itu. Itu lantaran sebelumnya Jembatan yang sempat ditutup total oleh warga itu kembali dibuka. Meski hanya untuk pengendara motor roda 2 saja dan ontel.

“Harapan masyarakat terutama warga tiga desa yakni Desa Meddelan, Sendir dan Cangkreng segera diperbaikinya jembatan ambruk tersebut. Sebab aktivitas ekonomi masyarakat terganggu juga makan waktu lama karena jalan harus mutar-mutar jauh. Apalagi bagi para pengendara mobil,” Kata Moh. Wardi, tokoh pemuda Desa Meddelan, Senin (27/6/2022).

Jembatat ambruk di Desa Medellan tak kunjung diperbaiki, dan memakan korban. (foto: blok-a.com/Aldo)

Sementara, kata Wardi, jalan menuju kota Sumenep di tiga desa tersebut juga banyak rusak parah. Banyak aspal mengelupas, jalan berlubang, dan bergelombang. Desa Sendir rusak, Desa Cangkreng Rusak dan Desa Meddelan juga rusak.

Akibat Kerusakan jembatan itu, juga diungkapkan oleh Amir, warga Desa Daramista. Banyak warga juga belum tahu jika jembatan itu ambruk. Itu kenapa? Karena sebagian jembatan sempat dibuka warga untuk pengendara motor roda dua.

Tak ayal, lanjut Amir, nahas menimpa tetangganya. Terutama malam hari, itu sangat rawan kecelakaan. Seperti dialami Anwar
yang mengalami luka parah dibagian kepalanya. Itu diderita usai dirinya melintasi jembatan yang ambruk di Desa Meddelan, pada Sabtu (25/6/2022).

Menurut tetangga korban, Amir mengatakan bahwa kejadian itu hari Sabtu 25/6 sekitarpukul 18.30, korban saat ini sedang dirawat di RSUD Sumenep. “Korban saat ini sudah dilarikan ke RSUD Sumenep, Puskesmas Lenteng tidak mampu,” katanya.

Menurutnya, jembatan yang ambruk itu harus segera diperbaiki sebelum memakan korban lebih banyak lagi. Tidak hanya satu orang yang jadi korban, informasinya ada korban lagi, warga Desa Cangkreng. “Bukan hanya satu orang lo, infonya sudah ada empat orang yang kecelakaan disana,” paparnya.

Amir mengaku sangat prihatin jika jembatan tersebut tidak segera diperbaiki. Sebab, jembatan itu sering dilintasi oleh banyak orang. Bahkan banyak orang dari luar desa yang sering melintasi jembatan tersebut. “Banyak orang luar yang sering beli pentol disana. Jadi, kalau orang luar pastinya kan mengira jembatan itu tidak rusak,” ujarnya.

Kepala Dinas Pengadaan Umum dan Tata Ruang (Dinas PUTR) Kabupaten Sumenep Eri Susanto mengaku saat ini anggaran di Sumenep sangat sulit. Jadi, untuk masyarakat yang biasa melintasi jembatan itu kedepan harus memakai jembatan sementara.

“Di Sumenep anggaran sulit mas, maka dari itu mau dibentuk jembatan sementara dulu,” ujarnya kepada awak media. (Aldo)

Exit mobile version