Tak Cuma Bidan dan Tenaga Medis, Dinkes Kota Malang Turut Gandeng OPD Perangi Stunting

Pertemuan Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Dalam Percepatan Pencegahan Stunting
Pertemuan Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Dalam Percepatan Pencegahan Stunting - Foto : Pungky Ansiska

KOTA MALANG – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan semakin serius untuk menekan angka stunting. Pengentasan stunting ini menjadi salah satu fokus utama agar Kota Malang bisa segera terlepas dari kasus tersebut. Dinkes juga mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk turut bersinergi serta terlibat dalam penanganan stunting.

Kasi Kesga (Kesehatan Keluarga) dan Gizi Dinkes Kota Malang dr Dyah Inarsih mengatakan, saat ini bidang kesehatan di luar penanganan stunting dan instansi di luar kesehatan juga turut dibekali edukasi mengenai penanganan stunting.

“Sehingga ketika mereka nanti yang di lapangan dari Dinas Kesehatan di bidang lain itu mereka tahu stunting itu apa, dibawa ke mana, dirujuk ke mana, diberi apa nanti. Sedangkan pada OPD lain memberikan penjelasan bahwa stunting ini tidak hanya terkait kesehatan saja. Masalahnya banyak. OPD lain juga harus terlibat nantinya,” jelasnya di sela-sela kegiatan Pertemuan Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku dalam Percepatan Pencegahan Stunting.

Dalam pertemuan kali ini diikuti oleh sekitar 55 peserta. Baik dari tenaga medis, bidan dan perwakilan OPD di Kota Malang.

Lanjut Dyah, dari pertemuan inilah nanti akan terjalin sinergitas antara bidang kesehatan dan lainnya. Para OPD ini akan terlibat untuk berbagai hal penanganan pencegahan stunting. Seperti dari pemantauan dalam pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri hingga proses penyebaran informasi mengenai penanganan stunting di Kota Malang.

“Misalnya gini, dari segi pendidikannya bisa diberikan ke OPD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Nanti remajanya yang akan disasar untuk tablet tambah darah. Kebanyakan untuk anak-anak SMP-SMA. Lalu Diskominfo (Dinas Informasi dan Informatika), menyebarkan informasi tentang stunting ini gimana strateginya,” jelasnya.

Hal lainnya berkaitan dengan masalah infeksius yang juga akan melibatkan tim Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP). Misalnya dalam pembuatan IPAL Komunal.

“Lalu DPUPRPKP, kita bisa melibatkan mereka karena stunting ini disebabkan adanya infeksi yang lama. Kenapa kok infeksi terus, karena rumahnya jadi satu. Cuci baju dan BAB masih menjadi satu, kan menyebabkan infeksi akhirnya stunting. Di sini keterlibatannya dalam pembangunan IPAL Komunal juga sangat penting untuk mengatasi stunting,” terangnya.

Lebih lanjut, menurut Dyah, penanganan stunting juga turut melibatkan bidang lain seperti Kesehatan Lingkungan (Kesling). Sehingga, dari kolaborasi itu diharapkan bisa menekan angka Stunting di Kota Malang.

“Nanti kita bekerja sama untuk menuju korvergensi. Itu nanti bagaimana Kota Malang ini bisa menurunkan angka stuntingnya. Kami berharap dengan konvergensi ini angka stunting di Kota Malang bisa turun,” tandasnya.

Exit mobile version