Stok Gula Melimpah, Harga Jual di Pasar Kabupaten Malang di Bawah HET

Gula Merah Vs Gula Putih
Gula Merah Vs Gula Putih - Foto: MSN

KABUPATEN MALANG – Stok gula di Kabupaten Malang membludak. Setidaknya terdapat 64 ribu ton gula yang masih tertimbun dan belum terjual.

Hal ini diduga karena kebijakan pemerintah pusat yang terlalu percaya kepada importir dari luar negeri. Importir sempat berjanji akan membeli 800 ribu ton untuk dibeli. Namun saat musim giling usai tiba-tiba impotir tidak memenuhi komitmennya.

Nahasnya, pemerintah pusat malah membeli 1 juta ton lebih gula dari luar negeri. Alhasil puluhan ribu stok gula di Kabupaten Malang dan daerah lain jadi korban.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, Agung Purwanto menjelaskan harga gula di pasar Kabupaten Malang saat ini murah.

Harga gula saat ini adalah Rp 12.376 per kilogram yang mana di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp 12.500 per kilogram.

“Ya ini dampak dari banyaknya stok gula. Maka itu berlaku hukum pasar. Supply (gula) banyak tapi demand (pembeli) tetap ya harganya murah karena untuk menghabiskan stok itu,” kata ia.

Agung pun menjelaskan, kebutuhan gula di Kabupaten Malang rata-rata hanya 3000 ton untuk satu bulan.

Untuk itu, dengan berlimpahnya gula impor dan juga stok yang menimbun di dua Labrik Gula (PG), yakni Krebet dan Kebon Agung, sulit untuk menghabiskan stok gula dengan memanfaatkan pasar di Kabupaten Malang.

“Jadi sulit kalau hanya memanfaatkan pasar di Kabupaten Malang. Dinas koperasi harus mencari cara dengan kerjasama dengan koperasi di daerah lain. Jika ada yang kosong langsung distok saja,” kata ia.

Agung pun yakin dua Pabrik Gula di Kabupaten Malang sudah siap packing dan hanya menunggu pesanan dari pasar.

“Mereka itu siap tinggal menunggu DO (Delivery Order) kalau ada pasar siap memasok,” tutup ia.

Exit mobile version