Skandal Proyek Dam Kali Bentak Blitar: Muchlison Tersangka, Gus Adib Diincar

Seorang pria yang diduga Adib Muhammad Zulkarnain, alias Gus Adib mendatangi penggilan Kejari Kabupaten Blitar. (blok-a.com/Fajar)
Seorang pria yang diduga Adib Muhammad Zulkarnain, alias Gus Adib mendatangi penggilan Kejari Kabupaten Blitar. (blok-a.com/Fajar)

Blitar, blok-a.com – Skandal korupsi proyek Dam Kali Bentak kini semakin mengemuka setelah penetapan M. Muchlison alias Gus Ison sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar.

Setelah penetapan tersangka Gus Ison ini, Kejari Blitar mulai membidik sejumlah tokoh berpengaruh lainnya, termasuk Adib Muhammad Zulkarnain, yang dikenal luas sebagai Gus Adib.

Muchlison, yang merupakan kakak kandung mantan Bupati Blitar Rini Syarifah, ditetapkan sebagai tersangka pada Senin malam (2/6/2025) kemarin. Ia selaku Tim TP2ID diduga menerima aliran dana sebesar Rp1,1 miliar dari Budi Susu (BS), Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan di Dinas PUPR Blitar.

Setelah penetapan tersangka, Muchlison langsung ditahan dan dibawa ke Lapas Kelas II B Blitar. Ia terlihat mengenakan rompi tahanan merah muda dan diborgol.

Kejari juga telah menyita dokumen penting, alat elektronik, serta merencanakan penyitaan aset-aset lain yang terkait dengan tindak pidana tersebut. Namun, kasus ini hanya mencerminkan permukaan dari skema korupsi yang lebih dalam.

Penyidik kini tengah menelusuri dugaan keterlibatan elite politik dan tokoh non-struktural yang berada dalam lingkaran pemerintahan Rini Syarifah. Salah satu nama yang menjadi sorotan adalah Gus Adib, tokoh muda dari Pondok PETA dan adik dari Kyai Saladin, yang merupakan figur penting dalam pengaruh keagamaan dan politik lokal.

Gus Adib memenuhi panggilan Kejari Kabupaten Blitar, Rabu (4/6/2025) untuk dimintai keterangan. Meskipun statusnya saat ini sebagai saksi, langkah ini menandakan bahwa Kejaksaan berupaya mengungkap keterlibatan kelompok elite yang selama ini dianggap berada di zona abu-abu kekuasaan.

“Setiap hari akan ada pemeriksaan, serta dilakukan pendalaman agar perkara ini berprogres,” tegas Kasi Pidana Khusus Kejari Blitar, Gede Willy.

Selain proyek Dam Kali Bentak, Kejari Blitar juga mempertimbangkan pengusutan proyek-proyek lain yang diduga bermasalah, termasuk pengadaan alat kesehatan, pembangunan rumah sakit, dan isu jual beli jabatan.

Penangkapan Muchlison diyakini hanya merupakan awal dari skandal besar yang selama ini tersembunyi di balik gemerlap kekuasaan lokal di Blitar.

Masyarakat kini menunggu keberanian Kejari dalam membongkar keseluruhan jaringan korupsi yang disebut-sebut terstruktur dan sistematis, melibatkan relasi kuasa formal maupun informal. (jar)

Exit mobile version